Hari Pertama Traffic Light Pelabuhan Kendal Beroperasi, Pengendara Masih Bingung dan Terobos Lampu Merah

- Pewarta

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal bersama personel Polres Kendal melakukan pengaturan lalu lintas dan sosialisasi pada hari pertama operasional traffic light di Simpang Pelabuhan Tanjung Kendal, Senin (22/6/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal bersama personel Polres Kendal melakukan pengaturan lalu lintas dan sosialisasi pada hari pertama operasional traffic light di Simpang Pelabuhan Tanjung Kendal, Senin (22/6/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Lampu lalu lintas atau traffic light di Simpang Pelabuhan Tanjung Kendal mulai resmi dioperasikan pada Senin (22/6/2026). Fasilitas yang diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan itu langsung diuji dalam kondisi lalu lintas yang cukup ramai, terutama saat jam masuk kerja.

Meski baru hari pertama diberlakukan, masih banyak pengguna jalan yang terlihat belum terbiasa dengan sistem lalu lintas baru tersebut. Sejumlah pengendara bahkan kedapatan menerobos lampu merah saat melintas di simpang yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan industri Kendal itu.

Selain pelanggaran lampu merah, petugas juga menemukan pengendara yang masih salah jalur, tidak mengikuti pola arus yang sudah ditetapkan, hingga melakukan putar balik di lokasi yang sebenarnya tidak diperbolehkan.

Kondisi tersebut membuat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal bersama anggota Polres Kendal harus turun langsung ke lapangan untuk mengatur arus kendaraan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sejak pagi, suasana di Simpang Pelabuhan Tanjung Kendal memang terlihat lebih sibuk dibanding hari biasa. Kendaraan dari arah Semarang menuju kawasan industri mendominasi arus lalu lintas. Sebagian besar merupakan pekerja yang hendak masuk ke perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri Kendal.

Kepala Dishub Kendal, Muhammad Eko, mengatakan pengoperasian traffic light dilakukan sebagai bagian dari upaya menata lalu lintas di kawasan tersebut yang selama ini memiliki volume kendaraan cukup tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Menurutnya, keberadaan lampu lalu lintas diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintas dari berbagai arah.

“Mulai hari ini traffic light kami operasikan. Tujuannya untuk membantu kelancaran arus kendaraan, terutama saat jam sibuk pekerja yang menuju maupun keluar dari kawasan industri,” kata Eko.

Pada tahap awal, Dishub menerapkan pengaturan waktu lampu yang berbeda untuk setiap jalur. Kendaraan dari arah Semarang mendapat waktu lampu hijau selama 50 detik. Sementara kendaraan dari arah Jakarta mendapatkan waktu 60 detik. Sedangkan kendaraan dari arah Pelabuhan Kendal memperoleh waktu 20 detik.

Pengaturan tersebut dilakukan berdasarkan hasil kajian awal terhadap volume kendaraan yang melintas dari masing-masing arah.

Namun setelah dilakukan uji coba pada pagi hari, petugas menemukan sejumlah kondisi yang memerlukan penyesuaian. Antrean kendaraan di beberapa titik masih terlihat cukup panjang sehingga diperlukan evaluasi terhadap durasi lampu hijau.

Menurut Eko, hasil pemantauan menunjukkan ada jalur yang membutuhkan tambahan waktu dan ada pula yang perlu dikurangi agar arus kendaraan lebih seimbang.

“Setelah kami lakukan uji coba, ternyata timer perlu disesuaikan lagi. Ada yang harus ditambah dan ada yang harus dikurangi supaya antrean kendaraan tidak terlalu panjang,” ujarnya.

Evaluasi tersebut akan dilakukan secara bertahap selama beberapa hari ke depan. Dishub ingin memastikan pengaturan lampu benar-benar sesuai dengan kondisi lalu lintas yang terjadi di lapangan.

Selain fokus pada pengaturan waktu lampu, Dishub juga memberi perhatian terhadap perilaku pengguna jalan. Sebab pada hari pertama operasional, masih ditemukan berbagai bentuk pelanggaran.

Beberapa pengendara terlihat tetap melaju meski lampu sudah berubah merah. Ada pula yang memotong jalur dan tidak mengikuti arah kendaraan yang telah ditentukan.

Petugas menilai kondisi tersebut masih wajar mengingat masyarakat sedang memasuki masa adaptasi terhadap sistem baru yang diterapkan di Simpang Pelabuhan Kendal.

Meski demikian, pelanggaran tersebut tetap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas jika tidak segera diperbaiki.

Untuk itu, Dishub Kendal memutuskan melakukan sosialisasi secara intensif selama satu minggu ke depan. Sosialisasi dilakukan langsung di lapangan dengan melibatkan petugas yang berjaga di sekitar simpang.

Pengguna jalan akan diberikan pemahaman mengenai aturan baru, pola arus kendaraan, lokasi putar balik yang diperbolehkan, hingga pentingnya mematuhi lampu lalu lintas.

Menurut Eko, keberhasilan pengoperasian traffic light tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

Karena itu, pihaknya berharap para pengendara dapat lebih disiplin saat melintas di kawasan tersebut.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan sosialisasi selama satu minggu ke depan agar pengguna jalan bisa beradaptasi dengan sistem yang baru diterapkan di Simpang Pelabuhan Kendal,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dishub Kendal juga mendapat dukungan dari Polres Kendal. Sejumlah personel kepolisian ikut membantu mengatur arus lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengendara.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami perubahan yang sedang diterapkan sekaligus mengurangi potensi pelanggaran selama masa penyesuaian.

Simpang Pelabuhan Tanjung Kendal sendiri menjadi salah satu titik lalu lintas yang cukup padat di Kabupaten Kendal. Selain menjadi akses menuju kawasan industri, jalur tersebut juga digunakan kendaraan logistik dan masyarakat umum yang melintas setiap hari.

Karena itu, pengoperasian traffic light diharapkan dapat menciptakan arus kendaraan yang lebih teratur. Namun keberhasilannya tetap bergantung pada kepatuhan pengguna jalan dalam mengikuti aturan yang berlaku.

Hingga sore hari, petugas masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lalu lintas di simpang tersebut. Hasil evaluasi selama masa uji coba nantinya akan menjadi dasar untuk menyempurnakan pengaturan traffic light agar lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Khitan Ceria Lazismu Kendal Bantu 202 Anak, Ringankan Beban Keluarga Kurang Mampu
Ambil Rokok yang Jatuh ke Sungai, Pemuda Patebon Ditemukan Meninggal di Sungai Bodri
Suran Akbar Harimau Putih di Kendal, 60 Warga Baru Disahkan dan Ratusan Pesilat Hadiri Doa Bersama
Batang Makin Dilirik, Investasi Perumahan Subsidi Mengalir Seiring Tumbuhnya Kawasan Industri
Libur Sekolah Tiba, Kodim Kendal Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak
Lebih dari 48 Ribu Tenaga Kerja Terserap, KEK Kendal Terus Buka Peluang Kerja Baru
Polres Kendal Gelar Bakti Sosial Kesehatan dan Bansos di Jatirejo, 50 Warga Terima Bantuan
Bantu Warga Hadapi Keterbatasan Air, Polres Kendal Gelar Bakti Sosial Penyaluran Air Bersih

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:38

Hari Pertama Traffic Light Pelabuhan Kendal Beroperasi, Pengendara Masih Bingung dan Terobos Lampu Merah

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:58

Khitan Ceria Lazismu Kendal Bantu 202 Anak, Ringankan Beban Keluarga Kurang Mampu

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:18

Ambil Rokok yang Jatuh ke Sungai, Pemuda Patebon Ditemukan Meninggal di Sungai Bodri

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:07

Suran Akbar Harimau Putih di Kendal, 60 Warga Baru Disahkan dan Ratusan Pesilat Hadiri Doa Bersama

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:56

Libur Sekolah Tiba, Kodim Kendal Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak

Berita Terbaru