Tekan Stunting Lebih Cepat, Cak Imin Dukung MBG Fokus ke Ibu Hamil dan Balita

- Pewarta

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa/Wawasannews)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com — Pemerintah terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian adalah penetapan kelompok prioritas penerima manfaat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menilai kebijakan yang ditempuh Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut sudah berada pada jalur yang tepat. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan pihak yang paling membutuhkan dukungan pemenuhan gizi karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan stunting.

Muhaimin mengatakan, dalam sebuah program berskala nasional, penentuan prioritas menjadi hal yang penting agar manfaat yang diberikan bisa dirasakan secara maksimal. Karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dinilai layak menjadi kelompok yang lebih dahulu mendapatkan perhatian.

“Skala prioritas ibu menyusui, ibu hamil, dan balita merupakan pilihan yang tepat. Kelompok lain perlu memahami kebijakan ini demi percepatan penanganan stunting yang lebih efektif,” ujar Muhaimin di Jakarta, Selasa (23/6).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan, kebutuhan gizi pada masa kehamilan hingga usia balita sangat menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, intervensi pada kelompok tersebut dinilai dapat memberikan dampak yang lebih langsung terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Menurutnya, fokus terhadap kelompok B3 atau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak berarti pemerintah mengurangi perhatian kepada kelompok penerima manfaat lainnya. Kebijakan tersebut lebih pada pengaturan prioritas agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi tertentu pemerintah perlu memastikan kelompok yang paling rentan memperoleh perhatian lebih dahulu. Dengan cara itu, manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan tepat sasaran.

Selain membahas sasaran penerima manfaat, Muhaimin juga menyoroti aspek tata kelola program yang saat ini terus dibenahi. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG dapat duduk bersama untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau jumlah penerima manfaat, tetapi juga oleh manajemen dan koordinasi antar lembaga yang menjalankannya. Karena itu, perbaikan tata kelola menjadi bagian penting agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.

“Manajemen dan tata kelola kelembagaan yang ada perlu terus diperbaiki. Semua pihak yang terlibat harus bersama-sama memberikan solusi agar program benar-benar berjalan sesuai sasaran yang diperintahkan Presiden,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program yang saat ini terus mendapatkan evaluasi dari pemerintah. Evaluasi dilakukan tidak hanya terkait mekanisme penyaluran, tetapi juga menyangkut efektivitas penerima manfaat agar bantuan yang diberikan benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.

Dengan fokus baru pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, pemerintah berharap upaya perbaikan gizi masyarakat dapat berjalan lebih terarah. Kelompok tersebut selama ini menjadi perhatian utama dalam berbagai program kesehatan karena berhubungan langsung dengan pertumbuhan anak dan pencegahan stunting sejak dini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
MEREKA YANG BERANGKAT SEBELUM FAJAR
PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026
Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Transaksi dan Kirim Uang bagi PMI Indonesia
Gempa NTT Tewaskan 91 Orang, Jumlah Pengungsi Capai 161.084 Jiwa
Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:00

IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni

Sabtu, 19 September 2026 - 17:16

MEREKA YANG BERANGKAT SEBELUM FAJAR

Minggu, 6 September 2026 - 19:59

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:33

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:12

Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan

Berita Terbaru

Secret Link