Lemhannas Minta Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terus Dipacu di Tengah Gejolak Global

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily (tengah) memberikan keterangan usai membuka Seminar Program Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan Ke-27 di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily (tengah) memberikan keterangan usai membuka Seminar Program Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan Ke-27 di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, TB Ace Hasan Syadzily, mengingatkan pentingnya menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.

Menurut Ace Hasan, perubahan kondisi dunia saat ini bukan hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga ikut memengaruhi perekonomian global. Karena itu, Indonesia dinilai perlu menjaga arah kebijakan ekonomi dengan perhitungan yang matang agar tetap stabil menghadapi tekanan dari luar.

Hal itu disampaikan Ace saat membuka Seminar Program Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dalam sambutannya, ia menyebut kondisi global saat ini menuntut Indonesia bergerak cepat namun tetap terukur.

Menurut dia, ketahanan nasional juga berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi dalam negeri. Ketika ekonomi stabil dan terus tumbuh, daya tahan negara menghadapi tantangan global ikut lebih kuat.

“Di tengah ketidakpastian geopolitik yang berpengaruh pada ekonomi dunia, kita perlu strategi yang tepat untuk mengantisipasi keadaan dan memperkuat daya tahan lewat kebijakan ekonomi nasional yang terukur dan efektif,” kata Ace.

Ia menilai pemerintah perlu terus menjaga iklim investasi agar pelaku usaha tetap nyaman menanamkan modal di Indonesia.

Untuk itu, koordinasi antar kementerian dan lembaga dinilai punya peran penting. (Dilansir dari antaranews)

Dengan kerja yang selaras, kebijakan yang diterapkan diharapkan bisa mempermudah kegiatan usaha dan memberi kepastian bagi investor.

Menurut Ace, dunia usaha membutuhkan iklim yang stabil agar pertumbuhan ekonomi bisa terus berjalan di tengah tekanan global.

Selain investasi, ia juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

Ketiganya dinilai saling berkaitan dalam menjaga stabilitas pasar, terlebih saat ekonomi dunia bergerak cukup dinamis.

Ia mengatakan gejolak pasar global bisa berdampak ke banyak sektor.

Karena itu, kebijakan ekonomi perlu dijalankan dengan cermat agar Indonesia tetap mampu menjaga kestabilan di dalam negeri.

Ace juga mengingatkan optimisme terhadap perekonomian nasional perlu terus dijaga.

Namun, menurutnya, arah kebijakan tetap harus berpijak pada aturan dan amanat konstitusi, terutama Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur perekonomian nasional.

Dalam kesempatan itu, Ace turut menyoroti capaian ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026.

Ia menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,6 persen.

Angka itu dinilai cukup positif di tengah perlambatan ekonomi global yang masih terjadi di sejumlah negara.

Menurutnya, capaian tersebut memperlihatkan ekonomi Indonesia masih mampu bergerak stabil dan bertahan menghadapi tekanan dari luar.

“Hal itu menunjukkan ekonomi kita tetap kuat dan punya daya tahan menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Pada seminar tersebut, Ace juga meminta peserta menyampaikan berbagai pandangan dan gagasan terkait percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Masukan itu diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam melihat tantangan ekonomi ke depan.

Bagi daerah seperti Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal, kestabilan ekonomi nasional juga ikut berpengaruh terhadap kegiatan usaha di daerah.

Saat iklim ekonomi nasional terjaga, peluang investasi dan aktivitas perdagangan di daerah biasanya ikut bergerak.

Kondisi itu juga berkaitan dengan sektor industri dan usaha lokal yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Karena itu, kebijakan ekonomi nasional dinilai tetap punya kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi di daerah.

Mulai dari pergerakan investasi, lapangan kerja, hingga pertumbuhan usaha kecil dan menengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Luhut Tegaskan Usulan Tata Kelola Ekspor SDA Tak Ubah Fungsi Bea Cukai
BP Batam Perbarui LMS, Pengajuan Lahan dan Perizinan Investasi Kini Lebih Praktis
Ekspor Komoditas Strategis Kini Lewat DSI, Berlaku untuk Seluruh Negara
DPP Kendal Genjot Produktivitas Kopi, Petani Limbangan Belajar Perawatan Tanaman ke Sukorejo
Rupiah Menguat ke Rp17.696 per Dolar AS, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Jadi Penopang
Prabowo Dorong Tambak Udang dan Ikan Produktif, Kebumen Disiapkan Jadi Penguat Protein Nasional
Harga Emas Pegadaian Awal Pekan Stabil, Antam Bertahan di Rp2,87 Juta per Gram
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:24

Luhut Tegaskan Usulan Tata Kelola Ekspor SDA Tak Ubah Fungsi Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:03

BP Batam Perbarui LMS, Pengajuan Lahan dan Perizinan Investasi Kini Lebih Praktis

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:53

Ekspor Komoditas Strategis Kini Lewat DSI, Berlaku untuk Seluruh Negara

Senin, 25 Mei 2026 - 16:26

DPP Kendal Genjot Produktivitas Kopi, Petani Limbangan Belajar Perawatan Tanaman ke Sukorejo

Senin, 25 Mei 2026 - 10:48

Rupiah Menguat ke Rp17.696 per Dolar AS, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Jadi Penopang

Berita Terbaru