JAKARTA, Wawasannews.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, TB Ace Hasan Syadzily, mengingatkan pentingnya menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.
Menurut Ace Hasan, perubahan kondisi dunia saat ini bukan hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga ikut memengaruhi perekonomian global. Karena itu, Indonesia dinilai perlu menjaga arah kebijakan ekonomi dengan perhitungan yang matang agar tetap stabil menghadapi tekanan dari luar.
Hal itu disampaikan Ace saat membuka Seminar Program Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutannya, ia menyebut kondisi global saat ini menuntut Indonesia bergerak cepat namun tetap terukur.
Menurut dia, ketahanan nasional juga berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi dalam negeri. Ketika ekonomi stabil dan terus tumbuh, daya tahan negara menghadapi tantangan global ikut lebih kuat.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik yang berpengaruh pada ekonomi dunia, kita perlu strategi yang tepat untuk mengantisipasi keadaan dan memperkuat daya tahan lewat kebijakan ekonomi nasional yang terukur dan efektif,” kata Ace.
Ia menilai pemerintah perlu terus menjaga iklim investasi agar pelaku usaha tetap nyaman menanamkan modal di Indonesia.
Untuk itu, koordinasi antar kementerian dan lembaga dinilai punya peran penting. (Dilansir dari antaranews)
Dengan kerja yang selaras, kebijakan yang diterapkan diharapkan bisa mempermudah kegiatan usaha dan memberi kepastian bagi investor.
Menurut Ace, dunia usaha membutuhkan iklim yang stabil agar pertumbuhan ekonomi bisa terus berjalan di tengah tekanan global.
Selain investasi, ia juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Ketiganya dinilai saling berkaitan dalam menjaga stabilitas pasar, terlebih saat ekonomi dunia bergerak cukup dinamis.
Ia mengatakan gejolak pasar global bisa berdampak ke banyak sektor.
Karena itu, kebijakan ekonomi perlu dijalankan dengan cermat agar Indonesia tetap mampu menjaga kestabilan di dalam negeri.
Ace juga mengingatkan optimisme terhadap perekonomian nasional perlu terus dijaga.
Namun, menurutnya, arah kebijakan tetap harus berpijak pada aturan dan amanat konstitusi, terutama Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur perekonomian nasional.
Dalam kesempatan itu, Ace turut menyoroti capaian ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026.
Ia menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,6 persen.
Angka itu dinilai cukup positif di tengah perlambatan ekonomi global yang masih terjadi di sejumlah negara.
Menurutnya, capaian tersebut memperlihatkan ekonomi Indonesia masih mampu bergerak stabil dan bertahan menghadapi tekanan dari luar.
“Hal itu menunjukkan ekonomi kita tetap kuat dan punya daya tahan menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Pada seminar tersebut, Ace juga meminta peserta menyampaikan berbagai pandangan dan gagasan terkait percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Masukan itu diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam melihat tantangan ekonomi ke depan.
Bagi daerah seperti Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal, kestabilan ekonomi nasional juga ikut berpengaruh terhadap kegiatan usaha di daerah.
Saat iklim ekonomi nasional terjaga, peluang investasi dan aktivitas perdagangan di daerah biasanya ikut bergerak.
Kondisi itu juga berkaitan dengan sektor industri dan usaha lokal yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Karena itu, kebijakan ekonomi nasional dinilai tetap punya kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi di daerah.
Mulai dari pergerakan investasi, lapangan kerja, hingga pertumbuhan usaha kecil dan menengah. (red)






