Kendal, Wawasannews.com — PT Foodindo Dwivestamas resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Selasa (21/7/2026). Peresmian ini menjadi kelanjutan pembangunan yang dimulai melalui peletakan batu pertama pada Februari 2025.
Pabrik baru tersebut dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp190 miliar. Fasilitas ini mampu menyerap sekitar 150 tenaga kerja dan beroperasi selama 24 jam penuh dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per tahun.
Dengan bertambahnya kapasitas produksi, perusahaan menargetkan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus memperluas ekspor ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Dubai.
PT Foodindo Dwivestamas merupakan produsen saus, bumbu, dan seasoning yang berdiri sejak 2007 di Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan melayani berbagai merek makanan nasional maupun internasional.
Melalui merek MYTASTE, Foodindo memproduksi beragam produk, mulai dari sambal tradisional, saus khas Asia dan Barat, hingga aneka bumbu marinasi. Seluruh produk diproduksi dengan standar keamanan pangan internasional dan telah dipasarkan di berbagai jaringan ritel modern, seperti Hypermart, Ranch Market, Papaya, Grand Lucky, Hero Supermarket, Lotte Mart, AEON, dan Farmers Market.
Direktur PT Foodindo Dwivestamas, Lucky Rumengan, mengatakan fasilitas baru di KEK Kendal akan memperbesar kapasitas produksi sekaligus mendukung pengembangan bisnis perusahaan.
“Peresmian pabrik ini membuka babak baru bagi Foodindo. Dengan fasilitas yang lebih modern, kami siap memperluas pasar di Indonesia maupun luar negeri. Kami optimistis keberadaan pabrik di KEK Kendal akan menjadi penopang pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang,” kata Lucky.
Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, menilai beroperasinya Foodindo menunjukkan investasi di KEK Kendal terus berkembang dari tahap pembangunan menuju aktivitas produksi.
Menurutnya, industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat di Jawa Tengah. Kehadiran Foodindo juga menambah kekuatan klaster industri pangan yang tengah dibangun di kawasan tersebut.
Juliani berharap semakin banyak perusahaan di sektor pangan yang bergabung sehingga rantai pasok industri, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi bumbu, pengemasan, hingga distribusi, dapat saling terhubung. Kondisi itu dinilai akan menciptakan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing produk pangan Indonesia di pasar internasional.
Hingga kini, sektor makanan dan minuman menjadi salah satu industri yang terus bertumbuh di KEK Kendal. Bertambahnya perusahaan yang mulai berproduksi di kawasan tersebut diharapkan ikut mendorong aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Kendal sebagai salah satu pusat investasi industri di Jawa Tengah.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi






