Tawuran Antarwarga di Klender Lumpuhkan Jalan Ngurah Rai, Macet Lebih dari 2 Kilometer

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tawuran antarwarga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Tawuran antarwarga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Aksi tawuran antarwarga kembali terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin pagi. Insiden ini langsung membuat arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cipinang lumpuh.

Kemacetan di lokasi dilaporkan mengular lebih dari dua kilometer. Banyak kendaraan terjebak dan tidak bisa bergerak cukup lama saat bentrokan berlangsung.

Sejak pagi, dua kelompok warga terlihat saling serang di badan jalan. Kelompok tersebut berasal dari wilayah Kebon Singkong, Klender, dan Cipinang Jagal, Pulogadung.

Aksi saling lempar batu, penggunaan senjata tajam, hingga petasan membuat suasana di lokasi sempat mencekam. Pengendara yang melintas memilih berhenti atau menepi demi menghindari risiko terkena imbas bentrokan.

Salah satu pengendara, Alwan (32), mengaku aktivitas pagi terganggu akibat kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi ini merugikan banyak warga yang hendak bekerja.

“Pagi-pagi sudah macet panjang karena tawuran. Ini sangat mengganggu,” ujarnya di lokasi.

Pengendara lain, Rio (40), mengatakan tawuran di kawasan tersebut memang tidak terjadi setiap hari. Namun, kemunculannya cukup sering sehingga tetap menimbulkan keresahan.

“Kadang ada, jadi tetap bikin macet dan rugi buat pengguna jalan,” katanya.

Rio berharap aparat bisa lebih tegas menangani kejadian seperti ini. Ia menilai, aktivitas warga tidak seharusnya terus terganggu oleh bentrokan antarwarga. (Dilansir dari antaranews)

Kemacetan juga membuat sejumlah pengendara memilih mencari jalur alternatif. Arus kendaraan dari arah Bekasi menuju Cipinang sempat benar-benar tidak bergerak selama kejadian berlangsung.

Petugas gabungan dari kepolisian dan Satpol PP kemudian dikerahkan ke lokasi. Setelah berlangsung lebih dari satu jam, aparat akhirnya berhasil mengendalikan situasi.

Pembubaran dilakukan dengan upaya pembubaran massa menggunakan gas air mata. Kedua kelompok warga akhirnya mundur dan meninggalkan lokasi.

Meski begitu, warga sekitar mengaku kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi, terutama pada pagi hari. Kondisi ini membuat masyarakat merasa resah.

Warga menyebut sudah ada posko pengamanan di sekitar lokasi. Namun, bentrokan masih bisa terjadi saat pengawasan longgar.

Masyarakat berharap pengawasan bisa diperketat, terutama pada jam-jam rawan aktivitas pagi. Selain mengganggu lalu lintas, tawuran juga dinilai membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Polisi Selidiki Kematian Dua WNA di Apartemen Cengkareng, Satu Korban Masih Dirawat Intensif
Menteri PPPA Kecam Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Pandeglang, Korban Dapat Pendampingan
Erupsi Gunung Dukono Telan Korban Jiwa, Tim SAR Masih Cari Pendaki Hilang
Diduga Korsleting, Kebakaran di Pegandon Hanguskan Rumah Warga
Identitas Korban Hutan Darupono Terungkap, Kerap Bepergian Tanpa Tujuan
Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang
92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia
Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Diduga Berawal dari Kendaraan di Perlintasan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:24

Polisi Selidiki Kematian Dua WNA di Apartemen Cengkareng, Satu Korban Masih Dirawat Intensif

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:46

Menteri PPPA Kecam Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Pandeglang, Korban Dapat Pendampingan

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00

Tawuran Antarwarga di Klender Lumpuhkan Jalan Ngurah Rai, Macet Lebih dari 2 Kilometer

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:58

Erupsi Gunung Dukono Telan Korban Jiwa, Tim SAR Masih Cari Pendaki Hilang

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:11

Diduga Korsleting, Kebakaran di Pegandon Hanguskan Rumah Warga

Berita Terbaru

Jawa Tengah

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:30