KENDAL, Wawasannews.com — Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung di Gedung Muslimat PC Kendal, Ahad (23/8/2026). Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Kendal menggelar kegiatan tersebut bersama para kader.
Peringatan Maulid Nabi kali ini mengangkat tema “Merajut Cinta dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW”. Kegiatan diisi dengan pembacaan selawat dan mauidhah hasanah.
Bagi kader IPNU-IPPNU, peringatan tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Rasulullah juga diharapkan tidak hanya disampaikan melalui ucapan.
Nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam aktivitas organisasi, hubungan dengan sesama, serta kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Dalam mauidhah hasanah, Gus Tajul Mafachir Muhtarom menyampaikan pesan sederhana kepada para kader. Ia mengingatkan agar seseorang tidak berhenti berbuat baik hanya karena masih memiliki kekurangan.
Menurut Gus Tajul, setiap orang tentu memiliki kesalahan dan kelemahan. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan amal baik.
“Kalau kita sadar belum bisa meninggalkan kemaksiatan dan meninggalkan dosa, jangan pernah meninggalkan kebaikan. Walaupun kita bukan orang baik, tetapi jangan berhenti berbuat baik,” ujar Gus Tajul.
Pesan tersebut disampaikan agar para kader tidak terjebak pada anggapan bahwa kebaikan hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah sempurna.
Justru, kata dia, kebaikan perlu terus dilakukan sambil seseorang memperbaiki dirinya. Kesalahan dan kekurangan menjadi bagian dari proses untuk belajar menjadi lebih baik.
Gus Tajul juga melihat keterlibatan generasi muda dalam IPNU-IPPNU sebagai hal yang positif. Organisasi tersebut menjadi ruang bagi kader untuk belajar berorganisasi sekaligus menjalankan pengabdian.
Bagi kader muda, proses berorganisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan dan kepanitiaan. Ada pengalaman, tanggung jawab, serta kesempatan untuk belajar berbuat sesuatu bagi orang lain.
Ia berharap pengalaman para kader selama berada di IPNU-IPPNU dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam berkhidmat. Pengabdian tersebut diharapkan membawa kebaikan dan menjadi jalan memperoleh ampunan serta rida Allah SWT.
Organisasi dan Ikhtiar Batin
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kendal Samsul Muarif mengingatkan kader mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dalam berorganisasi.
Menurut Samsul, kemampuan mengelola organisasi memang diperlukan. Namun, kader IPNU-IPPNU juga perlu memperhatikan sisi keagamaan karena organisasi tersebut merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama.
Ia meminta kader tidak hanya mengasah kemampuan dalam mengatur kegiatan. Nilai keagamaan dan ikhtiar batin juga perlu mendapat perhatian.
“Sepintar apa pun orang berorganisasi, sepintar apa pun orang mengatur kemampuan berorganisasi saja, ingat bahwa kita itu berkhidmat, berorganisasi NU, mengurusi agama,” katanya.
Samsul melanjutkan, kemampuan organisasi dan ikhtiar batin perlu berjalan bersama. Keduanya menjadi bagian dari proses kader dalam menjalankan aktivitas di lingkungan IPNU-IPPNU.
“Jadi, organisasi ini sangat penting. Ikhtiar batin juga penting,” lanjutnya.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan para kader agar tidak menjadikan kegiatan organisasi sebatas aktivitas rutin. Setiap kegiatan diharapkan tetap memiliki nilai pengabdian dan membawa manfaat bagi orang lain.
Cinta Rasul Diterapkan dalam Kehidupan
Dalam kesempatan tersebut, Samsul juga mengajak kader menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan itu tidak cukup hanya dirasakan dalam hati.
Menurutnya, rasa cinta kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui tindakan. Salah satunya dengan berusaha mengikuti akhlak dan teladan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Hal yang sama juga berlaku dalam kecintaan terhadap organisasi. Kader diharapkan tidak hanya mengenal IPNU-IPPNU sebagai tempat berkegiatan.
Lebih dari itu, organisasi dapat menjadi ruang belajar untuk membangun kepedulian, tanggung jawab, dan semangat berkhidmat.
Peringatan Maulid Nabi yang digelar PC IPNU-IPPNU Kendal pun tidak berhenti pada rangkaian acara di Gedung Muslimat PC Kendal.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk menjadi pengingat bagi kader dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terutama dalam menjaga akhlak dan membiasakan diri melakukan kebaikan.
Pembacaan selawat menjadi bagian dari kegiatan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sementara tausiyah memberikan ruang bagi kader untuk mendapatkan pengingat tentang pentingnya memperbaiki diri.
Bagi IPNU-IPPNU Kendal, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan kader. Anak-anak muda yang aktif di organisasi diharapkan memiliki pengalaman dalam berorganisasi sekaligus tetap dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
Melalui peringatan Maulid Nabi tersebut, kader diajak melihat kembali makna khidmah. Pengabdian tidak selalu harus dimulai dari hal besar.
Berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian dari khidmah. Termasuk ketika menjalankan tugas organisasi, membantu sesama, dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Pesan Gus Tajul agar kader tidak berhenti berbuat baik menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut. Kekurangan diri bukan alasan untuk berhenti melakukan kebaikan.
Sementara itu, pesan Samsul mengenai pentingnya organisasi dan ikhtiar batin menjadi pengingat bagi kader IPNU-IPPNU. Kemampuan berorganisasi tetap perlu dibarengi dengan perhatian terhadap nilai keagamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Muslimat PC Kendal akhirnya menjadi ruang berkumpul sekaligus belajar bagi kader. Selawat, tausiyah, dan pesan tentang khidmah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi






