JAKARTA, Wawasannews.com – Sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat terus diperkuat sebagai strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam program pemberdayaan umat berbasis pendidikan dan ekonomi.
Menurut Menag, pendekatan penanggulangan kemiskinan tidak bisa hanya bertumpu pada bantuan materi semata. Diperlukan strategi yang lebih komprehensif, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat program beasiswa yang berkelanjutan.
“Zakat harus menjadi instrumen yang mampu mengangkat derajat mustahik, bukan hanya membantu sementara. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar program ini berdampak luas,” ujarnya.
Senada, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i menekankan pentingnya transformasi pengelolaan zakat dari pola karitatif menuju pemberdayaan jangka panjang. Ia menyebut zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus dioptimalkan sebagai alat untuk menciptakan kemandirian ekonomi umat.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid memastikan bahwa pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga sinergi dengan sektor desa dan pertanian untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan.
Menurut Sodik, peningkatan kualitas sumber daya manusia mustahik melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat nasional.
Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, Baznas diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Tanah Air.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi









