KENDAL, Wawasannews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Kendal untuk sementara tidak didistribusikan. Penghentian sementara dilakukan sambil menunggu proses pencairan anggaran dari pemerintah pusat yang mulai disalurkan secara bertahap pada Senin (8/6).
Informasi mengenai tidak dibagikannya MBG sempat beredar di kalangan wali murid, terutama di wilayah Kecamatan Kaliwungu. Sejumlah orang tua siswa menerima pemberitahuan dari pihak sekolah bahwa distribusi makanan bergizi belum dilakukan mulai hari ini.
Salah seorang warga Kaliwungu, Fitri, mengaku memperoleh informasi tersebut melalui grup komunikasi wali murid sekolah anaknya.
“Dari gurunya memberikan kabar bahwa mulai hari ini MBG-nya libur dan belum tahu kapan dibagikan kembali,” ujarnya, Senin (8/6).
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kendal, M Faris Maulana, menjelaskan bahwa penghentian distribusi hanya bersifat sementara dan bukan berarti program dihentikan.
Menurut Faris, pelaksanaan MBG masih berjalan sesuai program pemerintah, namun operasional distribusi menunggu pencairan anggaran yang berasal dari pemerintah pusat.
“Program tetap berjalan, tidak ada masalah. Hanya berhenti sementara sambil menunggu pencairan dana dari pusat,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan mekanisme pembayaran kepada para pemasok bahan makanan tetap berjalan sesuai aturan.
Faris menyebut para supplier yang terlibat dalam program menerima pembayaran setiap hari sehingga ketersediaan dana operasional menjadi hal yang harus dipastikan sebelum distribusi kembali dilakukan.
“Karena tidak boleh menggunakan dana talangan dan sebagai jaminan pembayaran bagi supplier. Supplier dibayar setiap hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pencairan dana dari pemerintah pusat telah mulai dilakukan pada Senin (8/6) dan penyalurannya dilakukan secara bertahap ke berbagai daerah pelaksana program MBG.
“Hari ini dana dari pusat sudah mulai disalurkan secara bertahap. Kami menunggu proses tersebut selesai sehingga program bisa kembali berjalan normal,” ujar Faris. (red)






