Semarang — Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan “Sekolah Riset” bekerja sama dengan BRIDA Kota Semarang yang dilaksanakan pada 12–13 Juni 2026 dengan dukungan tempat dan fasilitas dari Kampus Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas kader dan mahasiswa dalam bidang penelitian, analisis kebijakan, serta pengembangan budaya akademik yang berbasis keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, Sekolah Riset dirancang sebagai ruang belajar yang mempertemukan semangat gerakan mahasiswa dengan pendekatan riset yang sistematis dan aplikatif. Peserta memperoleh pembekalan mulai dari perumusan masalah penelitian, metodologi riset, teknik pengumpulan dan pengolahan data, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Pembina PMII Kota Semarang, Zuyyinallaili, menyampaikan bahwa organisasi mahasiswa perlu terus memperkuat fondasi intelektual agar mampu menjawab tantangan sosial secara lebih substansial.
“Organisasi tidak cukup hanya melahirkan aktivis, tetapi juga harus melahirkan intelektual yang mampu membaca realitas secara utuh dan menghadirkan gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Riset menjadi salah satu instrumen penting untuk itu.”
Sementara itu, mewakili Dekanat Fakultas Agama Islam (FAI) UNWAHAS, Ubbadul Adzkiya’ menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur kampus, organisasi mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam satu ruang pengembangan pengetahuan.
“Kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi budaya akademik yang hidup. Sekolah Riset menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa dan dunia akademik dapat saling menguatkan untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.”
Adapun sambutan dari PC PMII Kota Semarang disampaikan oleh Iqbal Alaik selaku Sekretaris Umum. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Sekolah Riset merupakan bagian dari penguatan arah kaderisasi PMII yang tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya karya intelektual dan gagasan kebijakan.
“Sekolah Riset hadir sebagai ikhtiar membangun kader yang tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga mampu meneliti, membaca data, dan menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. PMII harus tetap menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan pemikir sekaligus penggerak perubahan.”

Tidak berhenti pada pelaksanaan kelas dan diskusi, kegiatan ini juga menargetkan output konkret berupa penyusunan artikel ilmiah dan policy brief oleh peserta. Artikel ilmiah diarahkan sebagai media penguatan tradisi akademik dan publikasi gagasan kader, sedangkan policy brief disusun sebagai bentuk penerjemahan hasil kajian menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih ringkas, terukur, dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan.
Melalui output tersebut, Sekolah Riset diharapkan tidak hanya menghasilkan pemahaman metodologis, tetapi juga melahirkan karya yang mampu menjembatani antara pengetahuan, gerakan mahasiswa, dan proses pengambilan kebijakan publik.
Melalui pelaksanaan Sekolah Riset, PMII Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya belajar, meneliti, dan bergerak sebagai fondasi kaderisasi yang kritis, adaptif, dan berorientasi pada perubahan.






