KENDAL, Wawasannews.com – Program Padat Karya Infrastruktur di Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, diarahkan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq mengatakan, pembangunan melalui program padat karya harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja melalui Program Padat Karya Infrastruktur di Balai Desa Mojoagung, Jumat (7/8/2026).
Menurut Mahfud, program padat karya tidak semata-mata berorientasi pada penyerapan tenaga kerja. Infrastruktur yang dihasilkan juga harus menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi pelaksanaan.
“Yang kita bangun ini jangan hanya dilihat sebagai pekerjaan sementara. Infrastruktur yang dihasilkan harus bisa digunakan dan memberi manfaat bagi masyarakat setelah program selesai,” ujar Mahfud.
Ia menilai akses pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat desa. Kondisi akses yang memadai akan membantu petani menjalankan aktivitasnya, termasuk menuju lahan dan membawa hasil pertanian.
Mahfud berharap program tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Mojoagung. Terlebih, aktivitas pertanian masih menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi warga desa.
“Kalau aksesnya baik, aktivitas petani juga lebih mudah. Hasil pertanian bisa lebih mudah dibawa dan kegiatan di lahan menjadi lebih lancar,” katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan. Pembangunan tidak hanya diarahkan ke kawasan perkotaan, tetapi juga harus menjangkau wilayah desa.
Mahfud menambahkan, DPRD Kabupaten Kendal akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat diterjemahkan menjadi program yang sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Subkoordinator Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Kendal, Sri Restanti atau Bu Tanti, menjelaskan bahwa program padat karya menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan masyarakat setempat dalam pekerjaan pembangunan infrastruktur. Dengan pola tersebut, masyarakat mendapatkan kesempatan memperoleh penghasilan sekaligus ikut membangun lingkungan tempat tinggalnya.
“Harapannya program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi kesempatan kerja, tetapi juga dari sisi pembangunan infrastrukturnya,” jelas Bu Tanti.
Ia menambahkan, Disperinaker Kendal juga terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui berbagai program pelatihan. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja dan usaha yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sosialisasi tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perlindungan bagi pekerja. Jaminan sosial menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan tenaga kerja masyarakat.
Kepala Desa Mojoagung, Eling Trisnaningsih, SE, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program padat karya di wilayahnya.
Menurut Eling, program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena warga dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan. Selain itu, infrastruktur yang dihasilkan diharapkan mampu menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami berharap padat karya ini bisa dimanfaatkan untuk akses pertanian dan benar-benar bermanfaat untuk para petani,” ungkapnya.
Eling mengatakan akses pertanian memiliki arti penting bagi masyarakat Mojoagung. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan petani menjalankan aktivitas menuju lahan pertanian.
Ia berharap hasil pembangunan melalui program padat karya dapat dirawat bersama oleh masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lebih panjang.
Program Padat Karya Infrastruktur di Desa Mojoagung menjadi bagian dari upaya mempertemukan kepentingan perluasan kesempatan kerja dengan kebutuhan pembangunan masyarakat desa.
Melalui keterlibatan masyarakat secara langsung, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur. Program juga dapat memperkuat manfaat pembangunan bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian. (zdl/wawasannews)






