Ombudsman Tekankan Pelayanan Publik Harus Dinilai dari Pengalaman Warga

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona (kanan) bersama Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy (kiri) dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona (kanan) bersama Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy (kiri) dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Ombudsman RI menilai kualitas pelayanan publik tidak cukup hanya dilihat dari sisi administrasi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan layanan tersebut secara langsung.

Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona, mengatakan standar pelayanan perlu terus diperbaiki agar benar-benar berdampak bagi warga.

Ia menyoroti perlunya penyederhanaan prosedur, percepatan penanganan pengaduan, hingga perluasan akses layanan untuk kelompok rentan dan masyarakat di wilayah terpencil.

“Pelayanan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya lengkap di atas kertas,” kata Rahmadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ombudsman juga mendorong penguatan sistem pengawasan bersama pemerintah daerah. Salah satunya di Kalimantan Selatan.

Kerja sama itu mencakup pelatihan standar pelayanan, pertukaran data pengaduan, hingga pendampingan tata kelola untuk mencegah maladministrasi.

Berdasarkan Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik 2025, rata-rata kualitas layanan pemerintah daerah di Kalimantan Selatan berada di angka 82,41 dan masuk kategori baik.

Capaian itu dinilai menunjukkan adanya perbaikan yang terus berjalan di tingkat daerah.

Rahmadi mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang dinilai aktif mendorong peningkatan layanan publik.

Mulai dari inovasi layanan, pemberian penghargaan, hingga pembenahan fasilitas dasar di berbagai sektor.

Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya kesadaran bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Ini patut diapresiasi, apalagi beberapa daerah masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Ombudsman juga mencatat sejumlah daerah sudah mulai memperluas layanan dasar, termasuk kesehatan, pendidikan, dan perbaikan tata kelola administrasi.

Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperbaiki akses layanan agar lebih merata.

Di sisi lain, dukungan legislatif juga ikut menguatkan dorongan perbaikan pelayanan publik. (Dilansir dari antaranews)

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan apresiasi terhadap peran Ombudsman dalam mengawasi layanan pemerintah daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.

Pertemuan antara Ombudsman, DPR RI, dan pemerintah daerah disebut menjadi ruang koordinasi untuk memperbaiki kualitas layanan publik.

Kolaborasi itu diharapkan membuat pelayanan lebih cepat, adil, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rifqinizamy juga menyatakan dukungan terhadap kerja sama lintas lembaga tersebut.

Ia menekankan pentingnya dorongan inovasi dari pemerintah daerah agar pelayanan publik semakin mudah diakses warga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menteri PPPA Kecam Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Pandeglang, Korban Dapat Pendampingan
Alfamart Gandeng Pemkab Kendal, Puluhan UMKM Dapat Pelatihan Manajemen Ritel
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan, Kurban Bantu Ketahanan Pangan Warga
Dokumentasi Warga soal Pembangunan IKN Diakui ANRI, Ribuan Video dari Kaltim Disiapkan Jadi Arsip Nasional
Kuota 30 Persen Perempuan di Pileg Bakal Masuk Revisi UU Pemilu, DPR RI Dukung Putusan MK
Kasus Anak Dituding Bunuh Ayah di Pemalang Jadi Perhatian DPR, Komisi III Siap Tindak Lanjuti
Jelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Semarang Temukan Enam Sapi Positif PMK di Ngaliyan dan Banyumanik
Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 44 Persen pada Awal 2026, Ahmad Luthfi Yakin Target 10,5 Juta Ton Tercapai

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:46

Menteri PPPA Kecam Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Pandeglang, Korban Dapat Pendampingan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:30

Alfamart Gandeng Pemkab Kendal, Puluhan UMKM Dapat Pelatihan Manajemen Ritel

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:09

Ombudsman Tekankan Pelayanan Publik Harus Dinilai dari Pengalaman Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:51

Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan, Kurban Bantu Ketahanan Pangan Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:09

Kuota 30 Persen Perempuan di Pileg Bakal Masuk Revisi UU Pemilu, DPR RI Dukung Putusan MK

Berita Terbaru