Dewi Avivah Tegaskan Perempuan sebagai Katalis Perubahan dan Pemimpin Peradaban

- Pewarta

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 27 Juni 2026 – Pelaksanaan Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Pengurus Besar Korps PMII Puteri (KOPRI PB) di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Semarang, pada 26–30 Juni 2026, menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah kaderisasi perempuan Indonesia di tengah dinamika dan tantangan global. Mengusung tema “Globalizing KOPRI: Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation”, forum kaderisasi nasional ini menegaskan komitmen KOPRI dalam mencetak pemimpin perempuan yang mampu menjadi katalis perubahan menuju peradaban yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

Sebanyak 40 kader puteri dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti proses pendaftaran dan tahapan screening. Dari keseluruhan pendaftar tersebut, sebanyak 35 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti seluruh rangkaian SKKN IV 2026 selama lima hari.

Dalam sesi kaderisasi, Kaderisasi Nasional KOPRI PB, Dewi Avivah, M.Sos., mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kaderisasi sebagai ruang membangun kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan gerakan sosial. Menurutnya, perempuan hari ini tidak cukup hanya hadir sebagai bagian dari organisasi, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam refleksinya, Dewi Avivah menyampaikan bahwa Semarang memiliki makna historis bagi perjalanan KOPRI. Ia menyebut Kota Semarang sebagai titik balik sekaligus kota pelopor gerakan KOPRI nasional yang menjadi pengingat bahwa kaderisasi harus terus berkembang mengikuti tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi.

“Semarang bukan hanya tempat penyelenggaraan SKKN IV, tetapi menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader KOPRI. Dari kota inilah kita kembali meneguhkan semangat pelopor untuk melahirkan gerakan perempuan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa visi gerakan KOPRI bukan sekadar menjadi wadah eksistensi personal bagi kader perempuan. Lebih dari itu, KOPRI merupakan ikhtiar kolektif untuk membangun gerakan perempuan yang berpijak pada ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta prinsip-prinsip perjuangan dalam menghadirkan perubahan sosial.

“KOPRI harus menjadi ruang tumbuh bagi perempuan yang memiliki kapasitas keilmuan, integritas, dan keberanian untuk memimpin perubahan. Gerakan kita tidak dibangun atas kepentingan individu, tetapi atas kesadaran kolektif untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Dewi Avivah.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai katalis perubahan dalam berbagai sektor kehidupan. Dengan kemampuan membangun kolaborasi, memperkuat komunitas, dan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, perempuan dapat menjadi aktor utama dalam mewujudkan transformasi sosial yang berkelanjutan.

Dewi Avivah juga menekankan bahwa kaderisasi formal KOPRI harus dimaknai sebagai proses pembelajaran yang melampaui ruang kelas. Kaderisasi harus mampu menghadirkan pengalaman langsung melalui ruang-ruang publik, pengabdian kepada masyarakat, advokasi kebijakan, hingga keterlibatan aktif dalam merespons isu-isu global.

Menurutnya, salah satu isu strategis yang harus menjadi perhatian kader KOPRI adalah ketahanan pangan berkelanjutan. Sejalan dengan tema SKKN IV 2026, perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan pangan, mulai dari penguatan keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga mendorong kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Kaderisasi tidak boleh berhenti pada diskusi dan ruang kelas. Kader harus hadir di tengah masyarakat, mampu membaca persoalan global, kemudian menerjemahkannya menjadi gerakan nyata. Di situlah perempuan mengambil peran sebagai katalis perubahan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan perempuan pada era saat ini harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, keberanian berinovasi, serta kepekaan terhadap persoalan sosial. Dengan bekal tersebut, kader KOPRI diharapkan tidak hanya mampu menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu memengaruhi arah pembangunan bangsa dan peradaban dunia.

Melalui SKKN IV 2026, PB KOPRI terus memperkuat model kaderisasi yang adaptif, progresif, dan transformatif sebagai ikhtiar mencetak perempuan-perempuan pemimpin masa depan. Dengan semangat “Globalizing KOPRI: Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation”, kaderisasi diharapkan melahirkan generasi perempuan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai, dan gerakan dalam menjawab tantangan zaman serta menjadi katalis perubahan dan pemimpin peradaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Globalizing KOPRI: SKKN IV 2026 Cetak Pemimpin Perempuan sebagai Katalis Ketahanan Pangan Berkelanjutan dan Transformasi Global
Benny Karnadi Ingatkan Bahaya Gadget, Anak Bisa Merasa Kehilangan Ayah Meski Serumah
Regrouping SD di Plantaran Picu Keresahan, Sekolah dan Orangtua Minta Kajian Ulang
Setahun Beroperasi, RSI 2 Muhammadiyah Kendal Catat Kenaikan Pasien dan Tingkat Hunian Ruang Rawat
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kendal Gelar Jalan Sehat, Pasar Murah, dan Bazar UMKM
Perdana Digelar, Grebeg Suro Weleri Satukan 120 Kelompok Seni dan Sedot Ribuan Penonton
Iring-Iringan 200 Perahu Meriahkan Sedekah Laut Birusari di Kendal
Milad Perdana RSI 2 Kendal Usung Tema “Tumbuh untuk Melayani”, Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:09

Dewi Avivah Tegaskan Perempuan sebagai Katalis Perubahan dan Pemimpin Peradaban

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:05

Globalizing KOPRI: SKKN IV 2026 Cetak Pemimpin Perempuan sebagai Katalis Ketahanan Pangan Berkelanjutan dan Transformasi Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:22

Benny Karnadi Ingatkan Bahaya Gadget, Anak Bisa Merasa Kehilangan Ayah Meski Serumah

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:49

Regrouping SD di Plantaran Picu Keresahan, Sekolah dan Orangtua Minta Kajian Ulang

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:57

Setahun Beroperasi, RSI 2 Muhammadiyah Kendal Catat Kenaikan Pasien dan Tingkat Hunian Ruang Rawat

Berita Terbaru