Pramuka SMA NEGERI 1 BOJA Angkat Isu Kesehatan Mental Remaja Lewat Perkemahan Akhir Tahun

- Pewarta

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswa Pramuka SMA Negeri 1 Boja mengikuti permainan kelompok dalam kegiatan Perkemahan Akhir Tahun (PAT) di alam terbuka. (Istimewa/Wawasannews)

Sejumlah siswa Pramuka SMA Negeri 1 Boja mengikuti permainan kelompok dalam kegiatan Perkemahan Akhir Tahun (PAT) di alam terbuka. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Tidak semua yang terlihat baik-baik saja benar-benar sedang baik-baik saja. Kalimat sederhana tersebut menjadi pesan penting yang diangkat SMA Negeri 1 Boja, Kabupaten Kendal, dalam kegiatan Perkemahan Akhir Tahun (PAT) yang digelar 11–13 Juni 2026.

Kegiatan dibuka oleh kepala SMA N 1 Boja Nurhadi, S. Pd, M. Pd didampingi para pembina.

Menurut Nurhadi melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, para siswa diajak memahami pentingnya kesehatan mental, kepedulian, empati, serta membangun hubungan sosial yang sehat di tengah kehidupan remaja yang semakin dekat dengan teknologi dan media sosial.

Isu kesehatan mental dinilai penting karena tidak semua persoalan yang dialami seseorang dapat terlihat dari luar. Data yang dikutip dari Universitas Airlangga menyebutkan lebih dari 31 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental.

Melihat kondisi tersebut, SMA Negeri 1 Boja mengintegrasikan isu kesehatan mental dan kependudukan dalam program SSK melalui berbagai kegiatan selama PAT. Dua kegiatan utama yang menjadi media pembelajaran siswa adalah jelajah alam dan permainan Blind Guide.

Dalam kegiatan jelajah alam, peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok dan harus menempuh jalur yang telah disiapkan panitia. Sepanjang perjalanan, siswa menghadapi berbagai tantangan yang mengharuskan mereka berkomunikasi, berdiskusi, serta saling membantu.

Ketika salah satu anggota mengalami kesulitan atau tertinggal, kelompok tidak hanya dituntut untuk mencapai garis akhir. Mereka juga harus memperhatikan kondisi anggota lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi para siswa bahwa lingkungan yang suportif dapat membuat seseorang merasa diterima dan tidak menghadapi persoalan seorang diri.

Pesan mengenai pentingnya saling membantu kemudian diperkuat melalui permainan Blind Guide. Dalam permainan ini, salah satu peserta ditutup matanya dan harus melewati jalur dengan mengandalkan arahan dari anggota kelompok.

Peserta yang ditutup matanya belajar bahwa meminta pertolongan bukanlah tanda kelemahan. Sementara peserta yang memberikan arahan belajar bahwa membantu orang lain bukan sekadar menunjukkan jalan, tetapi juga memastikan orang yang dibantu merasa aman untuk melangkah.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai kehidupan sehari-hari. Seseorang terkadang dapat merasa kehilangan arah, tertekan, atau kewalahan menghadapi berbagai persoalan.

Dalam kondisi seperti itu, kehadiran orang yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi dapat memberikan rasa aman dan membantu seseorang menghadapi persoalannya.

Tantangan kesehatan mental remaja juga semakin kompleks di era digital. Media sosial memang memberikan kemudahan bagi remaja untuk terhubung dengan banyak orang, tetapi di sisi lain dapat memunculkan tekanan sosial dan interaksi yang tidak selalu mendalam.

Menurut Nurhadi, S. Pd. M. Pd kegiatan jelajah alam ini, para siswa diajak sejenak meninggalkan gadget dan membangun kembali interaksi secara langsung.Mereka berjalan bersama, berbicara, tertawa, saling membantu, hingga menunggu teman yang tertinggal.

“ Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para siswa mampu menghadapi era di digital sebab dampak dari medsos kalau tidak bisa mensikapi bisa merusak mental anak” jelas Nurhadi Rabu (19/8/26)

PAT SMA Negeri 1 Boja tahun ini pun tidak hanya menjadi kegiatan untuk menguji kemampuan fisik dan kekompakan siswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran agar remaja lebih mengenali kondisi dirinya, memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, serta menyadari bahwa meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan merupakan hal yang wajar.

Menjadi kuat bukan berarti tidak pernah merasa tertekan. Kekuatan justru dapat terlihat ketika seseorang mampu mengenali apa yang sedang dirasakan, berani meminta bantuan, dan tetap memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Melalui kegiatan Blind Guide dan jelajah alam, Pramuka SMA Negeri 1 Boja menyampaikan pesan bahwa di tengah dunia yang semakin terhubung melalui teknologi, manusia tetap perlu menjaga hubungan secara nyata.

Sebab, kepedulian sederhana seperti mendengarkan, membantu, dan tidak meninggalkan teman yang sedang kesulitan dapat menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan suportif bagi kesehatan mental remaja.

Pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum
Belajar dari Blora, Kendal Bidik Beras Organik untuk Angkat Ekonomi Petani
SMA NU 05 Brangsong Gelar Padispintal, Bentuk Siswa Disiplin dan Berjiwa Kepemimpinan
Mahfud Sodiq dan Forwaken Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau
Bidpropam Polda Jateng Gelar Baksos Air Bersih untuk Warga Desa Tejorejo

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Selasa, 29 September 2026 - 17:00

IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni

Selasa, 29 September 2026 - 13:27

Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum

Minggu, 27 September 2026 - 16:29

Belajar dari Blora, Kendal Bidik Beras Organik untuk Angkat Ekonomi Petani

Berita Terbaru

Secret Link