JAKARTA, Wawasannews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), berlangsung semarak. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung menyaksikan rangkaian atraksi ketangkasan personel Polri hingga defile ribuan peserta yang memenuhi lapangan upacara.
Sejak awal acara, suasana sudah terasa meriah. Dari mimbar kehormatan, Presiden mengikuti setiap rangkaian demonstrasi yang disiapkan sebagai bagian dari peringatan delapan dekade Korps Bhayangkara.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden, peragaan dibuka dengan penampilan korps drum. Iringan musik yang dimainkan berhasil membangkitkan semangat peserta maupun tamu undangan yang hadir di lokasi.
Tak lama berselang, pasukan Kolone Senapan Polri memasuki lapangan dengan langkah serempak. Formasi yang mereka tampilkan kemudian berubah menjadi tulisan “80th Polri”, menandai usia ke-80 institusi kepolisian.
Atraksi berikutnya menampilkan simulasi penyelamatan sandera. Dalam skenario tersebut, personel memperagakan proses penyelamatan dengan gerakan cepat dan terukur.
Dentuman senjata terdengar beberapa kali selama simulasi berlangsung. Aksi para personel yang bergerak sigap membuat suasana semakin hidup dan mendapat perhatian para tamu undangan.
Presiden Prabowo tampak beberapa kali memberikan hormat kepada personel yang sedang beraksi. Sikap itu menjadi bentuk apresiasi atas penampilan yang diperlihatkan sepanjang demonstrasi.
Tidak sedikit penonton yang memberikan tepuk tangan setelah setiap atraksi selesai. Respons itu menunjukkan antusiasme masyarakat yang menyaksikan langsung peringatan HUT Bhayangkara tersebut.
Demonstrasi kemudian berlanjut dengan aksi terjun payung. Para penerjun mendarat di area yang telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian pertunjukan kemampuan personel Polri.
Selain itu, atraksi trail cross jumping turut memeriahkan acara. Kendaraan trail melintasi berbagai rintangan dengan manuver yang mengundang perhatian para penonton.
Peragaan ditutup dengan penggunaan bom asap yang menjadi bagian dari simulasi operasi. Seluruh atraksi dirancang untuk memperlihatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Usai demonstrasi keterampilan, upacara dilanjutkan dengan defile pasukan. Lebih dari 6.000 peserta ikut ambil bagian dalam barisan yang terbagi ke dalam 22 resimen.
Defile tidak hanya diikuti anggota Polri. Sejumlah elemen masyarakat juga turut berbaris bersama, mulai dari tokoh pemuda, pelajar, mahasiswa, kelompok buruh, organisasi keagamaan, hingga para pengemudi ojek daring.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut membuat rangkaian defile berlangsung lebih beragam. Barisan peserta berjalan bergantian melintasi lapangan di hadapan Presiden dan tamu undangan.
Menjelang berakhirnya acara, giliran polisi cilik memasuki lapangan upacara. Dengan langkah tegap dan gerakan yang kompak, mereka menampilkan sejumlah formasi di depan Presiden Prabowo.
Penampilan polisi cilik menjadi salah satu bagian penutup dalam rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara. Barisan mereka memperlihatkan kedisiplinan dan kekompakan yang telah dilatih sebelumnya.
Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini tidak hanya menampilkan kemampuan personel Polri, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam satu rangkaian upacara. Bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal, peringatan tersebut menjadi gambaran kesiapan Polri dalam menjalankan tugas pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat.






