Kayu Terdampar di Pesisir Lampung Bukan Dampak Banjir, Kemenhut Pastikan Berasal dari Kecelakaan Tugboat

- Pewarta

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Kementerian Kehutanan memberikan klarifikasi resmi terkait temuan tumpukan kayu yang terdampar di wilayah Pesisir Barat, Lampung. Temuan ini sempat menimbulkan spekulasi publik dan dikaitkan dengan peristiwa banjir di Sumatera. Namun setelah dilakukan pengecekan menyeluruh bersama aparat penegak hukum, pemerintah memastikan bahwa kayu tersebut tidak berasal dari bencana banjir.

 

Polda Lampung bersama Balai Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Lampung Kementerian Kehutanan telah menelusuri asal-usul kayu tersebut dan menemukan fakta bahwa seluruh material kayu itu merupakan muatan kapal tugboat milik PT Minas Pagai Lumber.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Hasil pengecekan menunjukkan kayu itu berasal dari kapal tugboat milik PT Minas Pagai Lumber yang sebelumnya mengalami kecelakaan di Mentawai,” jelas Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga  Gerakan Pangan Murah Polri Hadir Bantu Warga di Tengah Kenaikan Harga Beras

 

Perusahaan tersebut tercatat sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk pemanfaatan hutan produksi, berdasarkan SK.550/1995 tertanggal 11 Oktober 1995 dan diperpanjang melalui SK.502/Menhut-II/2013 pada 18 Juli 2013.

 

Kapal tugboat tersebut mengalami insiden pada 6 November 2025 ketika mesinnya mati dan dihantam badai di perairan Mentawai. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar muatan kayu jatuh ke laut dan terbawa arus hingga akhirnya terdampar di pesisir Lampung beberapa minggu kemudian.

 

Krisdianto juga menegaskan bahwa barcode yang ditemukan pada kayu merupakan bagian dari Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). “Barcode itu adalah penanda legalitas dan sistem traceability untuk memastikan kayu berasal dari sumber yang sah. Ini menjadi bukti bahwa kayu tersebut bukan hasil pembalakan liar,” ujarnya.

Baca Juga  Menbud Fadli Zon Dorong Jagung Bose dan Se’i Sapi Jadi Sumber Pangan Nasional

 

Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah menekankan bahwa tumpukan kayu yang ditemukan masyarakat bukanlah indikasi praktik ilegal logging ataupun efek lanjutan dari banjir di Sumatera, melainkan konsekuensi dari kecelakaan kapal pengangkut kayu tersebut. (Zdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru