Barantin Perkuat Dukungan terhadap Asta Cita Prabowo-Gibran Lewat Ketahanan Pangan dan Ekspor Nasional

- Pewarta

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barantin menyoroti peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong ekspor nasional. (wawasannews)

Barantin menyoroti peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong ekspor nasional. (wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada bidang ketahanan pangan dan peningkatan ekspor nasional.

Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean menyampaikan, peran karantina memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan hayati sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

“Fungsi karantina bukan hanya benteng pertahanan biologis, tetapi juga motor penggerak ekonomi melalui pengawasan dan fasilitasi perdagangan komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya,” ujar Sahat di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).

Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, Barantin telah menerbitkan 2,21 juta sertifikat karantina, terdiri atas 116.936 sertifikasi impor, 317.205 sertifikasi ekspor, dan 1,78 juta sertifikasi antar area. Nilai ekspor komoditas karantina tercatat mencapai Rp304,7 triliun, yang turut ditopang melalui kerja sama internasional dan penandatanganan protokol karantina dengan sejumlah negara mitra.

Baca Juga  Jelang Mudik Lebaran, Pemkot Pekalongan Periksa Kesehatan Sopir Bus

Selain itu, Barantin juga mencatat 1.891 penahanan, 2.145 penolakan, dan 962 pemusnahan terhadap komoditas yang tidak memenuhi ketentuan karantina. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan guna melindungi sektor pertanian serta perikanan nasional.

Untuk mempercepat layanan, Barantin kini menerapkan sistem Pre-Border Karantina dan platform digital BEST TRUST yang terintegrasi dengan Indonesia National Single Window (INSW). Penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga dilakukan melalui chatbot guna mempercepat penyediaan data statistik ekspor-impor dan pengelolaan PNBP.

Kepala Karantina Jakarta Amir Hasanuddin menambahkan, sinergi lintas sektor diperlukan agar percepatan arus logistik dan peningkatan kepatuhan pelaku usaha dapat tercapai.

Baca Juga  Kasus Korupsi Jalur Kereta, Bupati Pati Sudewo Diterpa Gelombang Unjuk Rasa Besar-besaran

“Melalui koordinasi yang kuat, diharapkan kebijakan karantina semakin efektif dalam mendukung ketahanan pangan dan daya saing ekspor nasional,” ujarnya. (fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gregoria Mundur dari Pelatnas, PBSI Beri Penghormatan atas Dedikasi
Tampil Solid, Leo/Daniel Amankan Tiket Semifinal Thailand Open 2026
Marcos Senesi Tinggalkan Bournemouth Usai Empat Musim di Premier League
Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun
ASN Jalani Simulasi Tempur, Komcad Bentuk Disiplin dan Jiwa Korsa
Dari Kandang Desa ke Istana, Sapi Jumbo Asal Kendal Jadi Kurban Presiden Prabowo
Dikira Tangisan dari Depan Rumah, Warga Ringinarum Temukan Bayi di Pekarangan
Heboh Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Autis di Semarang, Korban Kini Hamil 5 Bulan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:23

Gregoria Mundur dari Pelatnas, PBSI Beri Penghormatan atas Dedikasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:16

Tampil Solid, Leo/Daniel Amankan Tiket Semifinal Thailand Open 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:00

Marcos Senesi Tinggalkan Bournemouth Usai Empat Musim di Premier League

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:40

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:16

ASN Jalani Simulasi Tempur, Komcad Bentuk Disiplin dan Jiwa Korsa

Berita Terbaru