BNPB Ungkap Puluhan Daerah di Sumatra Beralih ke Rehabilitasi, Kewaspadaan Bencana Tetap Ditekankan

- Pewarta

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. (Istimewa/Wawasannews)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa penanganan bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatra mulai memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Meski demikian, sebagian daerah lainnya masih berada dalam status tanggap darurat sehingga memerlukan perhatian dan kesiapsiagaan berkelanjutan.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, dari total 48 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatra, sebanyak 25 daerah di tiga provinsi telah masuk masa transisi pemulihan. Sementara itu, 23 kabupaten/kota lainnya masih menjalani penanganan darurat akibat dampak bencana yang belum sepenuhnya terkendali.

“Dari 48 kabupaten/kota terdampak, saat ini sudah ada 25 kabupaten/kota di tiga provinsi di Sumatra yang masuk masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun, masih ada 23 kabupaten/kota yang berada dalam status tanggap darurat,” ujar Suharyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Suharyanto mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menyebutkan, banjir tidak hanya melanda Sumatra, tetapi juga terjadi di Kalimantan Selatan serta beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk wilayah Bekasi.

“Di Kalimantan Selatan sudah terjadi banjir yang cukup besar. Kemudian di Bekasi dan beberapa wilayah di Jawa Barat juga perlu terus diwaspadai,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah dengan merujuk pada informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia meminta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan pengecekan kondisi wilayah serta kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan.

“Sesuai informasi BMKG, kami minta masing-masing kepala pelaksana BPBD, dibantu unsur TNI dan Polri, mulai melihat kondisi wilayahnya. Jika diperlukan, segera lakukan apel kesiapsiagaan dan pengecekan alat peralatan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, BNPB juga terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor untuk mengoptimalkan penyediaan air bersih bagi para penyintas bencana di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi mengungkapkan, mobilisasi perangkat sumur bor telah dimulai sejak 25 Desember 2025. BNPB menargetkan pembangunan 100 titik sumur bor yang akan tersebar di setiap desa di Kecamatan Langkahan.

“Prioritas penempatan sumur bor berada di lokasi pengungsian, rencana hunian sementara (huntara), serta tempat ibadah dan pesantren. Hal ini untuk memastikan masyarakat terdampak dapat lebih mudah mengakses air bersih,” kata Asep dalam siaran pers BNPB, Selasa (30/12/2025).

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan aktivitas warga sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak lanjutan bencana. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan
Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru
Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan
Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU
Aksi Mahasiswa Semarang Raya Digelar Siang Ini, Massa Bergerak dari Kantor Pos ke Tugu Muda
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
Weh-wehan di Kampung Pandean Kaliwungu, Puluhan Ayam Hidup Jadi Rebutan Warga
Tradisi Maulid di Kaliwungu, Dari Aweh Jadi Weh-wehan, Begini Asal Usulnya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:46

Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:30

Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:43

Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:33

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:50

Aksi Mahasiswa Semarang Raya Digelar Siang Ini, Massa Bergerak dari Kantor Pos ke Tugu Muda

Berita Terbaru

Gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27–31 Agustus 2026. (Istimewa/Wawasannews)

Nasional

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:33

Secret Link