Peternak Ayam Petelur Kendal Bagi-bagi 15.000 Ayam, Desak Pemerintah Atasi Harga Pakan

- Pewarta

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peternak ayam petelur mengawal kendaraan yang membawa ayam untuk dibagikan kepada masyarakat dalam Aksi Damai Peternak Kabupaten Kendal di Alun-alun Kendal, Senin (10/8/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Peternak ayam petelur mengawal kendaraan yang membawa ayam untuk dibagikan kepada masyarakat dalam Aksi Damai Peternak Kabupaten Kendal di Alun-alun Kendal, Senin (10/8/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Ribuan peternak ayam petelur dan pekerjanya menggelar aksi di Alun-alun Kendal, Senin (10/8/2026). Mereka menyampaikan keluhan terkait tingginya harga pakan yang dinilai semakin menekan keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Aksi tersebut diwarnai pembagian ayam petelur kepada masyarakat. Sebanyak 15.000 ekor ayam dibawa dalam aksi tersebut dan dibagikan sebagai simbol keprihatinan peternak terhadap kondisi usaha yang semakin berat.

Para peternak menilai kenaikan biaya produksi tidak sebanding dengan harga telur yang mereka terima. Kondisi tersebut membuat margin usaha semakin tipis, bahkan sebagian peternak mengaku kesulitan mempertahankan biaya operasional.

Aksi di Alun-alun Kendal tersebut diikuti 1.247 peternak dan pekerja. Mereka datang menggunakan sekitar 147 kendaraan dari berbagai wilayah.

Ketua Koperasi Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal yang juga anggota DPRD Kendal, Suwardi, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan peternak rakyat yang dilakukan di sejumlah daerah.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi peternak ayam petelur tidak hanya berkaitan dengan harga telur. Kenaikan harga pakan menjadi beban terbesar karena komponen tersebut mengambil porsi sekitar 70 persen dari biaya produksi.

“Peternak rakyat saat ini benar-benar dalam kondisi sulit. Kami sudah tidak kuat memberi makan ternak karena harga pakan terus naik,” ujar Suwardi.

Harga Pakan Naik, Harga Telur Justru Rendah

Suwardi menyebut harga pakan ayam saat ini mencapai sekitar Rp7.600 per kilogram. Harga tersebut disebut mengalami kenaikan sekitar 25 persen.

Pada saat yang sama, harga telur di tingkat peternak hanya berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Kondisi tersebut berbeda cukup jauh dengan harga telur yang menurut peternak idealnya berada di sekitar Rp26.500 per kilogram.

Selisih harga tersebut membuat peternak harus menghadapi tekanan dari dua sisi. Di satu sisi biaya pakan terus meningkat, sedangkan di sisi lain harga telur yang diterima peternak masih rendah.

“Ini mencekik kami semua. Kami bertahan dengan penyusutan kondisi hari ini. Bagi kami, ini persoalan yang perlu segera diatasi oleh pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Suwardi, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Jika persoalan biaya produksi dan harga jual tidak segera mendapatkan solusi, keberlangsungan usaha peternakan rakyat akan semakin berat.

Pakan menjadi persoalan utama karena ayam petelur membutuhkan pasokan pakan secara rutin. Pengurangan pakan juga akan berpengaruh terhadap keberlangsungan produksi telur.

Karena itu, peternak meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap harga pakan. Mereka berharap ada kebijakan yang bisa membuat biaya produksi lebih terjangkau bagi peternak rakyat.

Minta Bantuan Pakan Diperpanjang

Selain meminta penurunan harga pakan, para peternak juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain kepada pemerintah.

Salah satunya adalah menjaga harga telur agar berada pada tingkat yang layak bagi peternak. Mereka berharap harga jual tidak terus berada di bawah biaya produksi.

Peternak juga meminta pemerintah memperpanjang program bantuan stabilisasi pasokan dan harga pakan.

Saat ini, program tersebut disebut berlangsung selama lima bulan bagi peternak kecil. Sementara bagi peternak menengah, bantuan berlangsung selama dua bulan.

Peternak meminta program tersebut diperpanjang hingga enam bulan. Menurut mereka, tambahan waktu bantuan dapat memberikan ruang bagi peternak untuk tetap menjalankan usaha di tengah tingginya biaya produksi.

Selain persoalan pakan, peternak juga mengusulkan agar telur dimasukkan dalam cadangan pangan pemerintah bersama sejumlah komoditas pangan lainnya.

Usulan tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi telur peternak rakyat. Dengan adanya penyerapan, harga telur di tingkat peternak diharapkan tetap terjaga.

Peternak menilai telur merupakan salah satu sumber pangan masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam kebijakan pangan.

Peternak Minta Permen 32 Tahun 2017 Ditegakkan

Tuntutan lain yang disampaikan berkaitan dengan Permen 32 Tahun 2017 tentang hak budi daya.

Menurut Suwardi, regulasi tersebut perlu ditegakkan agar peternak rakyat memperoleh ruang usaha yang lebih besar.

Ia menilai peternak rakyat semakin menghadapi tekanan ketika harus bersaing dengan usaha peternakan skala menengah maupun besar.

Karena itu, mereka meminta pemerintah memastikan aturan yang berkaitan dengan hak budi daya benar-benar dijalankan.

Para peternak berharap kebijakan tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Bupati Kendal Temui Peternak

Aksi tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menemui para peternak yang menyampaikan aspirasinya di Alun-alun Kendal.

Dyah mengatakan Pemkab Kendal akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan peternak. Aspirasi tersebut juga akan diteruskan kepada pemerintah pusat karena sebagian kebijakan berada pada kewenangan pemerintah pusat.

Ia mengakui kondisi yang dihadapi peternak saat ini cukup berat, terutama akibat kenaikan harga pakan dan rendahnya harga telur.

“Kami menyadari kondisi terpuruk yang dihadapi teman-teman peternak, terutama harga pakan yang terus naik dan harga telur yang menurun,” ujar Dyah saat menemui peternak.

Menurut Bupati, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena menyangkut keberlangsungan usaha peternak rakyat.

Peternakan ayam petelur juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya. Karena itu, persoalan harga pakan dan telur tidak hanya berdampak kepada pemilik usaha, tetapi juga pekerja yang bergantung pada sektor tersebut.

Pemkab Kendal selanjutnya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

Ketua DPRD Kendal Dukung Tuntutan Peternak

Dukungan terhadap tuntutan peternak juga disampaikan Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq.

Ia menilai persoalan yang disampaikan peternak merupakan masalah serius karena menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Mahfud mendukung upaya peternak meminta pemerintah segera mencari solusi atas kenaikan harga pakan. Menurutnya, harga pakan yang tinggi harus mendapat perhatian karena menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi ayam petelur.

Ia juga meminta harga telur di tingkat peternak mendapatkan perhatian sehingga tidak terlalu rendah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan telur.

“Segera saja menurunkan harga pakan dan juga menaikkan harga telur ayam,” tegas Mahfud.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dan DPRD terhadap keluhan peternak yang disampaikan dalam aksi.

Pembagian Ayam Jadi Simbol Keprihatinan

Pembagian 15.000 ayam petelur kepada masyarakat menjadi salah satu bagian yang paling mencolok dalam aksi tersebut.

Bagi peternak, pembagian ayam itu bukan sekadar kegiatan sosial. Mereka ingin menunjukkan bahwa kondisi usaha yang dihadapi sudah sangat berat.

Biaya pakan yang tinggi membuat peternak harus mengeluarkan biaya besar untuk mempertahankan ayam tetap produktif. Sementara harga telur yang diterima belum mampu memberikan hasil yang sebanding.

Melalui aksi tersebut, peternak berharap persoalan yang mereka hadapi dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Mereka juga ingin pemerintah melihat langsung kondisi peternakan rakyat yang berada di tengah tekanan biaya produksi.

Aksi di Kendal menjadi ruang bagi peternak untuk menyampaikan sejumlah persoalan sekaligus tuntutan. Mulai dari harga pakan, harga telur, bantuan stabilisasi, cadangan pangan pemerintah hingga pelaksanaan aturan tentang hak budi daya.

Peternak berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan kebijakan yang membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Bagi mereka, persoalan harga pakan dan telur bukan hanya soal keuntungan usaha. Jika biaya produksi terus meningkat tanpa diikuti harga jual yang layak, keberlangsungan peternakan rakyat akan semakin sulit dipertahankan.

pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ribuan Warga Antusias Terima Ayam Gratis, Polres Kendal Hadir Berikan Pelayanan Aksi Damai Peternak
Kapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat
1.247 Peternak Kendal Demo, Ketua DPRD Desak Harga Pakan Turun dan Telur Naik
Sensus Ekonomi 2026 di Kendal Capai 86,67 Persen, BPS Masih Kejar Pendataan hingga Tuntas
PAN Kendal Mulai Susun Strategi Pemenangan Pemilu 2029, Enam Dapil Siapkan Program
Kapolres Kendal Sambangi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Beri Santunan dan Motivasi Anak Yatim
Kontingen Kendal Siap Berlaga di Jambore Nasional 2026, Bawa Semangat Persatuan dan Swasembada Pangan
Kapolres Baru Sambangi Bawaslu Kendal, Ada Pesan Penting Jelang Pemilu yang Tak Boleh Diabaikan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:54

Ribuan Warga Antusias Terima Ayam Gratis, Polres Kendal Hadir Berikan Pelayanan Aksi Damai Peternak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:40

Kapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:53

1.247 Peternak Kendal Demo, Ketua DPRD Desak Harga Pakan Turun dan Telur Naik

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:25

Sensus Ekonomi 2026 di Kendal Capai 86,67 Persen, BPS Masih Kejar Pendataan hingga Tuntas

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:15

Peternak Ayam Petelur Kendal Bagi-bagi 15.000 Ayam, Desak Pemerintah Atasi Harga Pakan

Berita Terbaru

Secret Link