BRANGSONG, Wawasannews.com – SMA NU 05 Brangsong (SMANULIBRA) menggelar Pendidikan Kedisiplinan dan Mental (Padispintal) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung pada 22–23 September 2026 di Lapangan Srogo, Desa Sidorejo.
Padispintal tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Sekolah Kader yang Disiplin, Bermental Tangguh, Berjiwa Kepemimpinan, Nasionalis, dan Berakhlakul Karimah.”
Kegiatan diikuti seluruh siswa kelas X dan XI. Pelaksanaannya bertepatan dengan masa jeda setelah ujian tengah semester.
Padispintal tidak hanya diisi dengan kegiatan fisik. Siswa juga mendapatkan pembinaan terkait kepemimpinan, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga penguatan amaliyah Hasanah An-Nahdliyah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sekolah berupaya membentuk karakter siswa secara lebih menyeluruh. Kedisiplinan dan ketangguhan mental menjadi bagian dari pembinaan, bersama sikap tanggung jawab, kerja sama, nasionalisme, religiusitas, dan akhlak.
Siswa Dapat Pembinaan Langsung dari Koramil
Dalam pelaksanaannya, SMA NU 05 Brangsong menggandeng instruktur dari Koramil Brangsong. Mereka yakni Peltu Rohadi, Serka A. Syaifudin, dan Serma Slamet Ipung.
Para instruktur memberikan pembinaan secara langsung kepada siswa melalui sejumlah latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter.
Salah satu materi utama dalam Padispintal adalah Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Para siswa dilatih memahami gerakan dasar, mengikuti aba-aba dengan tepat, serta menjaga kekompakan dalam kelompok.
Latihan tersebut juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama dan menjalankan tugas secara tertib.
Tidak hanya soal gerakan baris-berbaris, siswa juga mendapatkan materi kepemimpinan dan wawasan kebangsaan. Materi bela negara serta penguatan amaliyah Hasanah An-Nahdliyah turut diberikan dalam kegiatan tersebut.
Dengan materi yang beragam, pembinaan dalam Padispintal diarahkan tidak hanya pada kedisiplinan fisik. Siswa juga dibekali kemampuan membangun sikap dan mental sebagai bagian dari proses pendidikan di sekolah.
Sekolah Bukan Sekadar Tempat Mengejar Ijazah
Koordinator kegiatan sekaligus Wakil Kepala SMA NU 05 Brangsong Bidang Kesiswaan, Mahbub Mujahidin, S.Pd., mengatakan pendidikan di sekolah tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Menurutnya, sekolah juga menjadi tempat siswa mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Anak-anak, sekolah bukan tempat untuk sekadar datang, duduk, pulang, kemudian mendapatkan ijazah. Sekolah adalah tempat mempersiapkan kehidupan,” kata Mahbub.
Ia berharap para siswa nantinya dikenal sebagai lulusan yang memiliki sikap baik dan dapat dipercaya di tengah masyarakat.
“Saya ingin ketika kalian lulus nanti, masyarakat mengatakan: ‘Itulah lulusan SMANULIBRA: sopan, disiplin, terampil, bertanggung jawab, dan bisa dipercaya,’” lanjutnya.
Mahbub juga mengajak siswa menjadikan kegiatan Padispintal sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ia menekankan pentingnya membangun kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, serta kemampuan menjadi kader yang membawa nama baik sekolah.
“Mari jadikan Padispintal sebagai titik awal untuk memperbaiki diri. Jadilah pribadi yang lebih disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan mampu menjadi kader yang membawa nama baik sekolah,” pesannya.
Karakter Diharapkan Menjadi Kebiasaan Sehari-hari
Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, S.S., berharap Padispintal tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa jeda ujian.
Menurutnya, nilai-nilai yang diberikan dalam kegiatan tersebut perlu diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak semakin memahami arti disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan kepemimpinan,” ujar Ana.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama mengikuti Padispintal dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan.
“Apa yang mereka dapatkan selama Padispintal hendaknya tidak berhenti di lapangan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ana menilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kepemimpinan, nasionalisme, dan akhlakul karimah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan.
Karakter tersebut juga menjadi bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di SMANULIBRA. Mereka diharapkan dapat menerapkannya ketika melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun saat berkiprah di tengah masyarakat.
Padispintal Perkuat Identitas Sekolah Kader
Pelaksanaan Padispintal menjadi bagian dari proses pendidikan di SMA NU 05 Brangsong sebagai Sekolah Kader.
Sekolah tidak hanya mengarahkan siswa untuk memiliki kemampuan akademik. Mereka juga dibina agar memiliki kedisiplinan, kemandirian, kesantunan, daya saing, kepemimpinan, nasionalisme, religiusitas, dan akhlak mulia.
Karena itu, materi dalam Padispintal disusun dengan memadukan latihan kedisiplinan dan pembinaan karakter.
Kegiatan selama dua hari tersebut juga menjadi ruang bagi siswa kelas X dan XI untuk belajar mengenai pentingnya kekompakan dan tanggung jawab dalam sebuah kelompok.
Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa sejak berada di bangku sekolah.
Bagi SMANULIBRA, pendidikan kader tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Lebih dari itu, siswa dipersiapkan agar memiliki sikap yang dapat diterapkan ketika berada di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dengan demikian, Padispintal diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari di lapangan. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan akhlak yang diberikan diharapkan terus terbawa dalam keseharian para siswa.
Pewarta : Zidanl
Editor : Riyadi






