Kendal, Wawasannews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar Sosialisasi Mental Gen-Z untuk remaja Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sedayu, Minggu (9/8/2026). Sosialisasi ini membahas pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membantu remaja mengenali kondisi dirinya.
Para peserta tidak hanya menerima materi tentang kesehatan mental. Mereka juga mengikuti kegiatan eksplorasi minat karier dan refleksi diri.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak sekadar mendapatkan pengetahuan. Mereka juga diajak melihat kembali kondisi diri, mengenali kelebihan dan kekurangan, serta memikirkan langkah yang ingin dilakukan pada masa depan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Koordinator Desa. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Mental Gen-Z.
Materi disampaikan dengan mengarahkan peserta untuk lebih mengenal kondisi diri. Remaja juga diajak memahami pentingnya mengenali emosi serta mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena masa remaja merupakan fase ketika seseorang mulai menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berupaya membuka ruang bagi peserta untuk membicarakan kondisi yang mereka alami. Peserta juga didorong agar tidak mengabaikan persoalan yang dapat memengaruhi kondisi diri.
Remaja Diajak Mengenali Emosi dan Mengelola Stres
Penanggung Jawab Pelaksana kegiatan, Gading Gumilang, mengatakan sosialisasi tersebut dilatarbelakangi kepedulian mahasiswa KKN terhadap kondisi remaja di Desa Sedayu.
Menurutnya, remaja dalam kehidupan sehari-hari dapat menghadapi berbagai tekanan dan persoalan. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman dasar mengenai kondisi diri.
“Kami ingin memberikan pemahaman sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali emosi, dan mengelola stres,” ujar Gading.
Ia berharap peserta dapat lebih terbuka terhadap kondisi yang sedang mereka alami. Menurutnya, keterbukaan terhadap kondisi diri diperlukan agar seseorang dapat memahami masalah yang sedang dihadapi.
Gading juga berharap para remaja mengetahui kapan mereka perlu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya berusaha menghadapi masalah sendiri. Mereka juga dapat mengetahui pentingnya meminta bantuan ketika merasa membutuhkan dukungan.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa KKN dan para remaja Desa Sedayu.
Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi. Peserta juga diberikan kesempatan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pengenalan diri dan perencanaan masa depan.
Ada Sesi Eksplorasi Minat Karier
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi eksplorasi minat karier.
Sesi tersebut mengajak peserta mulai melihat bidang yang mereka minati. Remaja juga diarahkan untuk mengenali potensi dan kelebihan yang dimiliki.
Pengenalan minat karier menjadi bagian dari kegiatan karena peserta tidak hanya diajak memahami kondisi saat ini. Mereka juga diajak memikirkan rencana untuk kehidupan yang akan datang.
Dalam proses tersebut, peserta dapat melihat kembali hal-hal yang mereka sukai dan kemampuan yang mereka miliki.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi diri.
Pada sesi ini, peserta diajak melihat kembali kelebihan dan kekurangan masing-masing. Refleksi tersebut dapat menjadi bahan bagi peserta untuk mengetahui bagian diri yang perlu dipertahankan maupun dikembangkan.
Refleksi diri juga diarahkan agar peserta lebih terbiasa mengevaluasi pengalaman yang sudah dilalui.
Dengan cara tersebut, peserta diharapkan dapat menyusun persiapan yang lebih baik untuk menghadapi kehidupan ke depan.
Peserta Terdorong Membuat Jurnal untuk Refleksi
Salah satu peserta, Muhammad Faris Akbar, memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.
Menurut Faris, kegiatan yang diikuti memberikan dorongan untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Ia juga berencana membuat jurnal sebagai bagian dari proses refleksi diri.
“Mungkin lebih mempersiapkan lagi ke depannya mau bikin kayak jurnal gitu lah buat ke depannya biar lancar. Terus juga biar refleksi diri nantinya, kekurangannya apa, kelebihannya apa,” ungkap Faris.
Menurut Faris, pencatatan tersebut dapat membantu dirinya melihat kembali perkembangan diri.
Ia dapat menggunakan jurnal untuk mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki sekaligus mengenali kelebihan yang dapat dikembangkan.
Respons tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga mulai memikirkan cara menerapkan hal yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
Bagi mahasiswa KKN, respons peserta menjadi bagian dari tujuan kegiatan. Pemahaman mengenai kesehatan mental diharapkan dapat dilanjutkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
KKN UIN Walisongo Dorong Remaja Lebih Mengenal Diri
Kegiatan Sosialisasi Mental Gen-Z kemudian ditutup dengan sesi penutupan dan dokumentasi.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada remaja Desa Sedayu mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
Para remaja diharapkan mampu mengenali emosi yang mereka rasakan dan memahami cara mengelola stres.
Mereka juga diharapkan lebih terbuka terhadap kondisi dirinya ketika menghadapi persoalan.
Selain aspek kesehatan mental, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memikirkan minat dan rencana karier.
Pengenalan kelebihan dan kekurangan melalui refleksi diri diharapkan membantu peserta dalam menentukan arah pengembangan diri.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama masyarakat Desa Sedayu.
Melalui kegiatan yang melibatkan remaja secara langsung, mahasiswa KKN berupaya memberikan materi yang berkaitan dengan kebutuhan dan kehidupan mereka sehari-hari.
Sosialisasi Mental Gen-Z di Balai Desa Sedayu pun menjadi ruang bagi peserta untuk belajar mengenali diri, memahami emosi, mengelola stres, serta mulai memikirkan rencana masa depan.
Pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi






