Kemenag Tegaskan Pendidikan Tinggi Terbuka untuk Semua, Ruchman Ajak Mahasiswa STAIP Manfaatkan Peluang Beasiswa

- Pewarta

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, berbincang dengan jajaran pimpinan STAIP Pati sebelum penyampaian Stadium General. (Istimewa/Wawasannews)

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, berbincang dengan jajaran pimpinan STAIP Pati sebelum penyampaian Stadium General. (Istimewa/Wawasannews)

PATI, Wawasannews.com – Layanan pendidikan tinggi di bawah Kementerian Agama ditegaskan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Prinsip education for all menjadi mandat undang-undang sekaligus komitmen Kemenag untuk menghadirkan akses pendidikan yang adil dan merata.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, Ruchman Basori, dalam Stadium General di Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP), Sabtu (6/12/2025).

Menurut Ruchman, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan pendidikan agar semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh studi.

“Yang pintar dan memenuhi kualifikasi bisa mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit. Sementara mereka yang kurang mampu namun memiliki potensi bisa memanfaatkan KIP Kuliah untuk pendidikan tinggi, serta Program Indonesia Pintar bagi pendidikan dasar dan menengah keagamaan,” ujarnya.

Kegiatan stadium general bertema “Biaya Pendidikan dan Keadilan Sosial: Tantangan Pendidikan untuk Semua” ini diikuti sekitar 400 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan STAIP. Acara dipandu Ahmad Jukari, akademisi sekaligus aktivis sosial yang pernah menjabat dua periode di KPU Pati.

Rasio Master–Doktor Masih Rendah

Dalam paparannya, Ruchman mengungkapkan bahwa rasio lulusan S2 dan S3 di Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain. Saat ini jumlah Master-Doktor hanya mencapai 0,53% dari total populasi usia produktif. Angka tersebut jauh di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand yang berada di kisaran 2,43%, serta tertinggal jauh dari negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman dengan rasio sekitar 9,80%.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk segera menyelesaikan studi tepat waktu dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

“Lulus S1 jangan kelamaan. Selesaikan 4 tahun atau 3,5 tahun, lalu ambil beasiswa S2 luar negeri. Banyak kampus luar negeri yang siap menerima kalian, dan tugas Puspenma adalah membiayai,” tuturnya sambil tersenyum.

Para dosen juga diimbau memanfaatkan skema beasiswa S3 untuk pengembangan diri dan peningkatan akreditasi kampus.

“Menaikkan jenjang pendidikan bagi dosen adalah keharusan demi memperkuat kualitas kelembagaan. Termasuk mendorong pengurusan jabatan fungsional dari Lektor hingga Guru Besar,” tambahnya.

Apresiasi dari Pimpinan STAIP

Ketua STAIP, Abdul Aziz, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Kemenag yang selama ini telah menghadirkan berbagai program seperti KIP Kuliah, Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP), dan bantuan sarana-prasarana.

Hal senada disampaikan Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam STAIP, Dr. Muhammad Dhofir, M.A. Ia menilai pemerintah telah memberikan dukungan besar, tinggal bagaimana perguruan tinggi memanfaatkan peluang tersebut.

“Puspenma di bawah Pak Ruchman sudah membuka banyak program peningkatan kapasitas. Tugas kita di STAIP adalah mengoptimalkannya,” ujarnya. ( fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda
PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI
Usai Dipanggil Polda Jateng, DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Tak Ikuti Agenda Kedewanan Sementara
PSIS Semarang Resmi Pertahankan Raffinha, Penyerang Brasil Ini Siap Antar Mahesa Jenar Kejar Promosi

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54

Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:58

Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat kunjungan kerja di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:42