Indonesia Tegaskan Pelucutan Senjata Nuklir di Forum PBB, Dorong Komitmen Dunia di Tengah Kebuntuan Konferensi

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utusan Tetap Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi (kanan) menyampaikan pernyataan selaku Koordinator Gerakan Non-Blok (GNB) pada Tinjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT RevCon) 2026 di Markas PBB yang berlangsung 27 April–22 Mei 2026. (Istimewa/Wawasannews)

Utusan Tetap Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi (kanan) menyampaikan pernyataan selaku Koordinator Gerakan Non-Blok (GNB) pada Tinjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT RevCon) 2026 di Markas PBB yang berlangsung 27 April–22 Mei 2026. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap pelucutan senjata nuklir dunia di tengah belum tercapainya kesepakatan dalam Konferensi Tinjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir atau NPT Review Conference 2026.

Forum internasional itu berlangsung di Markas Besar PBB, New York, sejak 27 April hingga 22 Mei 2026.

Dalam konferensi tersebut, Indonesia hadir sebagai Koordinator Gerakan Non-Blok atau GNB yang mewakili 118 negara anggota.

Lewat posisi itu, Indonesia memimpin koordinasi negara-negara non-blok untuk menyuarakan pelaksanaan NPT secara seimbang.

Ada tiga poin utama yang dibawa dalam pembahasan, yakni pelucutan senjata nuklir, pencegahan penyebaran senjata nuklir, dan hak pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Baca Juga  Trump Kritik Keras Eropa Soal Perang Ukraina, Singgung Dukungan AS Bisa Dikorbankan

Pemerintah Indonesia menilai pembahasan soal pelucutan senjata tidak boleh dikurangi hanya demi mengejar kesepakatan akhir konferensi.

Menurut Indonesia, konsensus tetap penting, tetapi substansi mengenai perlucutan senjata nuklir tidak bisa dikesampingkan.

Situasi konferensi tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap risiko nuklir.

Beberapa isu yang mengemuka antara lain modernisasi persenjataan nuklir, potensi uji coba baru, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam sistem komando dan kendali senjata nuklir.

Saat ini, lebih dari 12 ribu hulu ledak nuklir masih dimiliki sejumlah negara.

Indonesia menilai kondisi itu meningkatkan risiko salah perhitungan dan eskalasi yang bisa berujung pada ancaman serius.

Dampaknya tidak hanya pada keamanan global, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana kemanusiaan dan kerusakan lingkungan dalam skala luas.

Baca Juga  Delapan ASN Kemenaker Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Dugaan Pemerasan RPTKA

Pada sesi penutupan konferensi, Indonesia menyampaikan kekecewaan karena forum belum menghasilkan dokumen akhir yang substantif.

Pemerintah menilai pelucutan senjata nuklir bukan sekadar agenda diplomasi internasional.

Isu tersebut dinilai berkaitan langsung dengan perdamaian, stabilitas, dan keamanan dunia.

Indonesia juga menegaskan negara-negara non-pemilik senjata nuklir selama ini sudah menjalankan kewajiban non-proliferasi sesuai ketentuan NPT.

Karena itu, negara pemilik senjata nuklir didorong mengambil langkah nyata sesuai Pasal VI NPT.

Selain itu, Indonesia menekankan setiap negara berhak memanfaatkan energi nuklir untuk kepentingan damai.

Pemanfaatan tersebut, menurut pemerintah, harus diberikan tanpa diskriminasi dan tidak dipengaruhi kepentingan politik tertentu.

Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Vietnam selaku Presiden Konferensi atas upaya menjaga jalannya negosiasi tetap terbuka di tengah dinamika yang cukup kompleks.

Baca Juga  Satgas Cs-137 Musnahkan 5,7 Ton Udang Terkontaminasi Radiasi di Serang

Bagi masyarakat Indonesia, termasuk di daerah seperti Jawa Tengah, isu pelucutan senjata nuklir memang terasa jauh dari keseharian.

Namun dampaknya berkaitan dengan stabilitas global, keamanan ekonomi, hingga kepastian hubungan antarnegara yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat luas.

Pemerintah Indonesia menilai kegagalan mencapai kesepakatan tahun ini tidak boleh membuat perhatian dunia melemah.

Sebaliknya, kondisi itu menjadi pengingat bahwa ancaman nuklir masih nyata dan butuh langkah bersama dari negara-negara dunia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo dan Putin Sepakat Perkuat Kerja Sama RI–Rusia di Sektor Strategis
Beirut Membara, Serangan Masif Israel Tewaskan 254 Warga dalam Eskalasi Terbesar
UEA Desak PBB Ambil Langkah Tegas Buka Selat Hormuz, Opsi Militer Jadi Sorotan
Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito bahas investasi hingga lingkungan
Indonesia–Jepang Jajaki Kerja Sama Sister Park, Dorong Taman Nasional Berkelas Dunia
Prabowo Kunjungan Perdana ke Jepang, Perkuat Kerja Sama Strategis dan Investasi
Arsenal Jadi Harapan Terakhir Inggris di Liga Champions? Raksasa Premier League Berguguran
Real Madrid Singkirkan Manchester City Lagi, Kutukan Liga Champions Pep Guardiola Berlanjut

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:25

Indonesia Tegaskan Pelucutan Senjata Nuklir di Forum PBB, Dorong Komitmen Dunia di Tengah Kebuntuan Konferensi

Selasa, 14 April 2026 - 09:49

Prabowo dan Putin Sepakat Perkuat Kerja Sama RI–Rusia di Sektor Strategis

Kamis, 9 April 2026 - 08:10

Beirut Membara, Serangan Masif Israel Tewaskan 254 Warga dalam Eskalasi Terbesar

Kamis, 2 April 2026 - 13:36

UEA Desak PBB Ambil Langkah Tegas Buka Selat Hormuz, Opsi Militer Jadi Sorotan

Senin, 30 Maret 2026 - 17:45

Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito bahas investasi hingga lingkungan

Berita Terbaru