Beirut Membara, Serangan Masif Israel Tewaskan 254 Warga dalam Eskalasi Terbesar

- Pewarta

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon pada Rabu (8/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon pada Rabu (8/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

BEIRUT, Wawasannews.com – Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di kawasan Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4).

Di kutip dari antaranews.com, Berdasarkan laporan koresponden Anadolu, ledakan keras terdengar disertai kepulan asap tebal dari sejumlah titik yang menjadi sasaran serangan tersebut. Situasi ini menambah ketegangan di wilayah yang sejak beberapa pekan terakhir terus dilanda konflik.

Sebelumnya, militer Israel menyatakan telah menggempur lebih dari 100 lokasi hanya dalam kurun waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, serta wilayah Lebanon bagian selatan. Intensitas serangan ini menjadikannya sebagai salah satu operasi militer terbesar dalam eskalasi terbaru.

Gelombang serangan pada Rabu tersebut bahkan disebut sebagai yang terbesar sejak pecahnya konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu. Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan Israel dilaporkan sedikitnya mencapai 254 orang, dengan 92 korban di antaranya berada di Beirut.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengungkapkan bahwa negaranya tengah menghadapi eskalasi yang sangat berbahaya. Dalam keterangannya kepada Al Jazeera, ia menyebut lebih dari 100 serangan udara telah menyasar sejumlah wilayah, termasuk Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, hingga wilayah selatan, yang berdampak pada warga sipil.

Serangan ini terjadi di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, setelah Iran dan Amerika Serikat pada Selasa (7/4) mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan tersebut bertujuan membuka jalan menuju penyelesaian akhir atas konflik yang melibatkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak akhir Februari lalu.

Konflik di kawasan Timur Tengah ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berdampak luas pada sektor global. Gangguan terhadap penerbangan internasional serta meningkatnya risiko krisis energi dunia turut menjadi perhatian, terutama akibat pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz yang dikendalikan Iran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tawuran Antarwarga di Klender Lumpuhkan Jalan Ngurah Rai, Macet Lebih dari 2 Kilometer
RA Al Muhtadin Borong Tiga Juara di Gita Nirwana Drumband Competition 6 Kendal
Indonesia Tegaskan Pelucutan Senjata Nuklir di Forum PBB, Dorong Komitmen Dunia di Tengah Kebuntuan Konferensi
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Dirilis FIFA, Dibuka di Meksiko dan Final 20 Juli di New York
Pemkot Pekalongan Perkuat Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak, 28 Kasus Tercatat hingga Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, Harga Hewan Kurban di Jakarta Selatan Relatif Stabil Meski Naik Tipis
Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Kecelakaan di Tol Paspro, Dua Pendamping Tewas
Banser Jateng Bekali Kader Kendal Hadapi Era Digital di Hari Kedua PKL dan SUSBALAN

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00

Tawuran Antarwarga di Klender Lumpuhkan Jalan Ngurah Rai, Macet Lebih dari 2 Kilometer

Senin, 25 Mei 2026 - 10:37

RA Al Muhtadin Borong Tiga Juara di Gita Nirwana Drumband Competition 6 Kendal

Senin, 25 Mei 2026 - 10:25

Indonesia Tegaskan Pelucutan Senjata Nuklir di Forum PBB, Dorong Komitmen Dunia di Tengah Kebuntuan Konferensi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Dirilis FIFA, Dibuka di Meksiko dan Final 20 Juli di New York

Senin, 25 Mei 2026 - 09:41

Pemkot Pekalongan Perkuat Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak, 28 Kasus Tercatat hingga Mei 2026

Berita Terbaru