Fatayat NU Kendal: Kepergian Ketum PP Fatayat NU Wariskan Perjuangan Perempuan dan Anak

- Pewarta

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PC Fatayat NU Kendal Muarofah (kiri) bersama Ketua Umum PP Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah saat pelantikan PC Fatayat NU Kendal, 18 Januari 2026. Foto: Istimewa/Wawasannews.

Ketua PC Fatayat NU Kendal Muarofah (kiri) bersama Ketua Umum PP Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah saat pelantikan PC Fatayat NU Kendal, 18 Januari 2026. Foto: Istimewa/Wawasannews.

KENDAL, Wawasannews.com – Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Fatayat NU periode 2022–2027,Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, wafat pada Minggu (1/3/2026) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kepergian aktivis perempuan NU tersebut meninggalkan duka mendalam bagi kader NU, termasuk di Kabupaten Kendal.

Ketua PC Fatayat NU Kendal, Muarofah, S.Pd.I, menyatakan pihaknya berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian sosok yang dinilai sebagai pemimpin inspiratif dan berdedikasi tinggi bagi perempuan muda NU.

“PC Fatayat NU Kendal ikut berduka dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Ketua Umum Fatayat NU, Sahabat Hj. Margaret Aliyatul Maimunah. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujar Muarofah kepada Wawasannews.com melalui pesan WhatsApp pribadi.

Muarofah menilai, almarhumah merupakan figur yang tegas namun mampu memimpin dengan ketenangan. Komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan dan penguatan kader dinilai konsisten sepanjang masa pengabdiannya.

Margaret lahir di Jombang, Jawa Timur, 11 Mei 1978. Ia tumbuh dalam lingkungan pesantren dan aktif berorganisasi sejak usia muda. Kiprahnya dimulai dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga dipercaya menjadi Ketua Umum PP IPPNU periode 2009–2012.

Jejak pengabdiannya berlanjut di Fatayat NU. Ia pernah menjabat Wakil Koordinator Bidang Ekonomi dan Sekretaris Umum sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum pada Kongres XVI di Palembang. Di bawah kepemimpinannya, Fatayat NU memperkuat agenda pemberdayaan perempuan muda, sistem kaderisasi, literasi kesehatan reproduksi, penguatan ekonomi kader, serta advokasi kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.

Selain memimpin Fatayat NU, Margaret juga masih aktif menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2022–2027. KPAI merupakan lembaga negara independen yang bertugas mengawasi pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia. Dalam perannya, ia konsisten menyuarakan perlindungan anak dari kekerasan, pernikahan dini, serta berbagai bentuk eksploitasi, sekaligus mendorong penguatan sistem perlindungan anak secara nasional.

Menurut Muarofah, perhatian almarhumah terhadap kader perempuan muda NU sangat besar. Ia mendorong pelatihan kepemimpinan dan digitalisasi organisasi agar Fatayat NU adaptif terhadap perkembangan teknologi serta responsif terhadap kebutuhan zaman.

“Beliau sangat konsen terhadap penguatan kader perempuan muda NU, memperkuat sistem kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan agar kader lebih berdaya, mandiri, dan siap berkontribusi di ruang publik. Beliau juga peduli pada perlindungan perempuan dan anak serta edukasi hukum dan pendampingan korban,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kepergian Margaret merupakan kehilangan besar, namun semangat perjuangannya harus terus dilanjutkan.

“Kepergian beliau adalah duka mendalam bagi kita semua. Namun semangat perjuangannya tidak boleh padam. Kepada seluruh kader Fatayat NU, khususnya di Kabupaten Kendal, mari kita lanjutkan perjuangan beliau dengan memperkuat kaderisasi, menjaga soliditas organisasi, serta terus hadir memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keteladanan Margaret harus menjadi inspirasi untuk bekerja dengan ikhlas dan berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan.

“Semoga setiap langkah perjuangan kita menjadi amal jariyah yang mengalir untuk beliau dan Fatayat NU semakin maju serta membawa maslahat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Alfarid
Editor: Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga
Kebakaran TPA Lama Darupono Berhasil Dikendalikan, TNI Bersama Tim Gabungan Cegah Api Meluas
Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng
SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng
PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun
Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I
Di KEK Kendal Segera Dibangun Kantor Unit Layanan Imigrasi, Investor Asing Kini Makin Dimudahkan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:51

Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:48

Kebakaran TPA Lama Darupono Berhasil Dikendalikan, TNI Bersama Tim Gabungan Cegah Api Meluas

Sabtu, 12 September 2026 - 12:35

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 10:12

SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng

Jumat, 11 September 2026 - 09:15

Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Secret Link