Alarm Kekerasan Meningkat, DPR Soroti Turunnya Anggaran Perlindungan Perempuan dan Anak

- Pewarta

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Muhamad Abdul Azis Sefudin. (Istimewa/Wawasannews)

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Muhamad Abdul Azis Sefudin. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Komisi VIII DPR RI menegaskan pentingnya penguatan peran negara dalam melindungi perempuan dan anak, seiring terus meningkatnya angka kekerasan dari tahun ke tahun. Sorotan ini disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, yang menilai perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menekankan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dipandang sebagai isu biasa. Menurutnya, anak-anak merupakan aset masa depan bangsa yang wajib mendapatkan perlindungan maksimal, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun pendampingan di lapangan.

“Setiap tahun kasusnya terus bertambah. Ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk bertindak lebih tegas dan terukur,” ujar Azis dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai, pola penanganan yang selama ini berjalan belum mampu menekan angka kekerasan secara signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan terobosan kebijakan yang lebih berani, sistematis, dan menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Azis juga menyoroti kondisi anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang justru mengalami penurunan. Padahal, tantangan perlindungan perempuan dan anak semakin kompleks di tengah dinamika sosial saat ini.

“Visinya sudah baik, programnya juga jelas. Tapi kalau anggarannya turun, tentu ini bisa melemahkan kerja-kerja perlindungan di lapangan,” ungkapnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI pada Rabu (28/1/2026), Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi melaporkan bahwa anggaran kementeriannya pada tahun 2026 hanya sebesar Rp214,1 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp282 miliar.

Sementara itu, Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah menyampaikan bahwa anggaran lembaganya berdasarkan DIPA 2026 sebesar Rp5,7 miliar, atau turun sekitar 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Azis, kondisi ini perlu segera dievaluasi secara serius. Ia berharap pemerintah dan DPR dapat memperkuat sinergi agar kebijakan perlindungan perempuan dan anak tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kalau ingin menekan kasus kekerasan, maka dukungan anggaran, regulasi, dan pengawasan harus berjalan seiring,” tegasnya. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik
Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun
Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen
DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah
DPRD Kendal Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Cegah Kebakaran Melalui Sosialisasi
Satgas MBLB Kendal Hentikan Sementara Pengurukan Lahan di Arteri Kaliwungu, Utamakan Keselamatan dan Kepatuhan Perizinan
Gaji Ke-13 ASN Kendal Segera Cair, Pemkab Pastikan PNS dan PPPK Terima Pekan Ini
Polres Kendal Jemput Bola Cari Penderita TB Paru, Tracing Dilakukan dari Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:30

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:01

Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00

Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:30

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:57

DPRD Kendal Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Cegah Kebakaran Melalui Sosialisasi

Berita Terbaru

Jawa Tengah

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:30