KENDAL, Wawasannews.com – Meski musim kemarau belum sepenuhnya tiba, masyarakat Kabupaten Kendal mulai diimbau untuk bersiap menghadapi potensi kekeringan dengan menyiapkan cadangan air sejak dini. Langkah ini dinilai penting mengingat kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih ekstrem.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei dan mencapai puncaknya sekitar Agustus. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wilayah dataran tinggi seperti Patean dan Ringinarum menjadi daerah yang paling rawan terdampak kekeringan.
Ia menjelaskan, kondisi kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering akibat pengaruh fenomena El Nino yang cukup kuat. Dampaknya, suhu udara meningkat dan curah hujan menurun signifikan.
“Dampaknya bisa menyebabkan musim kemarau yang lebih panas, lebih panjang, dan lebih kering dibandingkan biasanya,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kendal telah menyiapkan sekitar 100 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing hingga 5.000 liter. Selain itu, disiapkan pula armada distribusi berupa tiga unit truk tangki untuk membantu penyaluran air ke wilayah terdampak.
Saat ini, lanjutnya, kondisi cuaca di Kendal masih berada pada fase pancaroba, yang ditandai dengan cuaca panas pada siang hari dan hujan pada sore atau malam. Fase ini diperkirakan berlangsung hingga akhir April sebelum memasuki musim kemarau.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan sisa hujan dengan menampung air sebagai cadangan. Upaya sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan masyarakat dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih tenang dan risiko krisis air dapat diminimalkan.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi









