KENDAL, Wawasannews.com – Atlet panjat tebing muda Kabupaten Kendal mendapat kesempatan langka. Peraih rekor dunia panjat tebing nomor speed, Aries Susanti Rahayu, hadir langsung memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman kepada puluhan atlet serta pelatih dalam Coaching Clinic Panjat Tebing yang digelar di Wisma Atlet GOR Baru Kendal, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kendal tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet sejak usia dini. Selain meningkatkan kemampuan teknis, para peserta juga mendapat bekal mengenai mental bertanding dan pengalaman menghadapi kompetisi tingkat internasional.
Aries Susanti yang dikenal luas dengan julukan “Spiderwoman” menjadi magnet utama dalam kegiatan tersebut. Atlet asal Grobogan itu membagikan kisah perjalanan kariernya dari atlet daerah hingga mampu berdiri di podium tertinggi dunia.
Di hadapan peserta, Aries menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet sangat dipengaruhi oleh kemauan untuk berlatih, disiplin menjalani proses, dan kemampuan menjaga fokus terhadap target yang ingin dicapai.
“Kalau sudah memilih menekuni panjat tebing, jalani prosesnya dengan sungguh-sungguh. Fokus pada latihan dan nikmati setiap tahapannya,” kata Aries.
Pesan tersebut disampaikan bukan tanpa alasan. Aries merupakan salah satu atlet Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Pada ajang International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2019 di Xiamen, China, ia mencatat sejarah dengan meraih medali emas nomor women speed sekaligus memecahkan rekor dunia.
Saat itu, Aries mencatat waktu fantastis 6,995 detik dan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang atlet China, Yiling Song. Catatan tersebut sempat menggemparkan dunia panjat tebing dan mengantarkan namanya semakin dikenal di berbagai negara.
Pengalaman itulah yang kini coba ditularkan kepada generasi atlet muda di Kendal. Menurut Aries, potensi atlet daerah cukup besar apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan fasilitas yang memadai.
Ia mengaku melihat perkembangan panjat tebing di Kendal cukup positif dalam beberapa tahun terakhir. Minat masyarakat terhadap olahraga ini terus meningkat, termasuk dari kalangan anak-anak dan remaja.
“Animonya bagus. Banyak atlet muda yang mulai tertarik sejak usia dini. Ini modal yang baik untuk pembinaan jangka panjang,” ujarnya.
Aries juga mengingatkan bahwa olahraga dapat menjadi jalan untuk membuka berbagai kesempatan di masa depan. Selain prestasi, atlet berpeluang memperoleh beasiswa pendidikan maupun kesempatan pengembangan karier lainnya.
“Saya sendiri bisa menyelesaikan kuliah berkat beasiswa dari prestasi olahraga. Jadi olahraga tidak hanya soal medali, tetapi juga bisa membantu masa depan,” tuturnya.
Kegiatan coaching clinic tersebut mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kendal dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal.
Kepala Disporapar Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid, yang membuka acara secara resmi mengatakan kehadiran Aries menjadi kesempatan berharga bagi atlet daerah untuk belajar langsung dari atlet yang pernah mencetak sejarah dunia.
Menurutnya, pengalaman dan motivasi yang diberikan Aries dapat menjadi tambahan semangat bagi atlet-atlet muda Kendal yang sedang meniti karier olahraga.
“Indonesia sudah menunjukkan prestasi luar biasa di cabang panjat tebing. Kehadiran Aries tentu bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di Kendal,” katanya.
Pelatihan tidak hanya menghadirkan Aries sebagai narasumber. FPTI Kendal juga melibatkan sejumlah pelatih dan atlet berpengalaman untuk memberikan materi teknis.
Pada sesi pertama, Aries Susanti bersama Aris Widyatmoko dari FPTI Kota Semarang membahas dasar-dasar panjat tebing, mulai kategori lead, speed hingga boulder. Peserta dikenalkan dengan karakteristik masing-masing nomor yang dipertandingkan dalam kompetisi resmi.
Sementara pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan peralatan panjat, teknik clipping atau pemasangan tali pengaman, serta teknik belaying yang menjadi bagian penting dalam aspek keselamatan olahraga panjat tebing.
Materi tersebut disampaikan oleh Mohamad Ghofur, Sugiyanto, serta atlet andalan Kendal, Dinnar Zahratussyita Shaffa.
Setelah sesi teori selesai, peserta langsung mengikuti praktik lapangan. Mereka mencoba berbagai metode latihan mulai dari top rope climbing, basic movement hingga simulasi lead climbing dengan pendampingan para instruktur.
Di sela kegiatan, Dinnar menyampaikan harapannya agar pembinaan atlet panjat tebing di Kendal dapat dibarengi dengan peningkatan sarana latihan.
Menurutnya, fasilitas dinding panjat yang saat ini tersedia di area Stadion Utama Kebondalem sudah cukup lama digunakan dan membutuhkan pembaruan agar sesuai dengan kebutuhan pembinaan atlet masa kini.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan fasilitas olahraga tersebut sehingga atlet Kendal memiliki tempat latihan yang lebih representatif.
“Kami berharap ada dukungan untuk pengembangan fasilitas, terutama climbing wall yang lebih sesuai dengan standar pertandingan saat ini,” ujarnya.
Coaching clinic yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi tambahan bekal bagi atlet muda Kendal dalam meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi di berbagai kejuaraan mendatang.
Pewarta : Nurcahya
Editor : Riyadi






