Direktorat Pesantren Resmi Dibentuk, PKB Jateng: Pengakuan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia

- Pewarta

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, Zaki Mubarok, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI. (Istimewa/Wawasannews.com)

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, Zaki Mubarok, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI. (Istimewa/Wawasannews.com)

SEMARANG, Wawasannews.com – Pembentukan Direktorat Pesantren di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dinilai sebagai bentuk pengakuan negara atas sejarah panjang pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia yang telah hadir jauh sebelum kemerdekaan.

Kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai penguatan struktur kelembagaan, tetapi juga sebagai penegasan posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Pesantren selama ini dikenal sebagai institusi yang berperan penting dalam membentuk karakter, moral, serta nilai kebangsaan masyarakat Indonesia.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, Zaki Mubarok, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan momentum bersejarah bagi dunia pesantren. Menurutnya, negara kini semakin jelas memberikan legitimasi terhadap kontribusi besar pesantren dalam perjalanan bangsa.

“Pesantren sudah lama menjadi bagian penting sejarah Indonesia. Kehadiran Direktorat Pesantren ini mempertegas pengakuan negara atas peran tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang telah terbukti sejak lama.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI, saat ini terdapat lebih dari 42.000 pesantren di seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri, jumlahnya mencapai lebih dari 5.000 pesantren yang tersebar di berbagai daerah dan menjadi salah satu kekuatan utama pendidikan berbasis masyarakat.

Penguatan kelembagaan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, kemandirian, serta peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Pewarta : Zidnal

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tak Hanya Belajar di Kelas, Siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri Dibiasakan Peduli Lingkungan
Jelang Kongres XXI IPNU, Irfan Khamid Konsolidasikan PC IPNU se-Jateng dan Bicara Arah Masa Depan Organisasi
RAKORWIL CBP-KPP Jawa Tengah Matangkan Persiapan Menuju Kongres IPNU-IPPNU
Rapimwil III IPNU-IPPNU Jateng Matangkan Konsolidasi Menuju Kongres
456 Siswa SMA NU 05 Brangsong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Brangsong 1
Disperinaker Kendal Siapkan SDM Kompeten, 80 Peserta Ikuti Pelatihan Gratis Las dan Garmen
PPP Jateng: Pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berdasarkan Evaluasi Organisasi
DPRD Kendal Dorong APBD 2027 Berpihak pada Layanan Kesehatan dan Penanganan Stunting

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:46

Tak Hanya Belajar di Kelas, Siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri Dibiasakan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:36

Jelang Kongres XXI IPNU, Irfan Khamid Konsolidasikan PC IPNU se-Jateng dan Bicara Arah Masa Depan Organisasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:03

RAKORWIL CBP-KPP Jawa Tengah Matangkan Persiapan Menuju Kongres IPNU-IPPNU

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:51

Rapimwil III IPNU-IPPNU Jateng Matangkan Konsolidasi Menuju Kongres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:05

456 Siswa SMA NU 05 Brangsong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Brangsong 1

Berita Terbaru

Secret Link