KPK Ungkap Dugaan Dana THR Rp515 Juta untuk Forkopimda di Cilacap

- Pewarta

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengenakan rompi tahanan saat berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengenakan rompi tahanan saat berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

CILACAP, Wawasannews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, diduga membutuhkan dana sekitar Rp515 juta untuk pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah pihak di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Di kutip dari antaranewsjateng, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil perhitungan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Jumlahnya setelah dihitung kira-kira membutuhkan sekitar Rp515 juta,” ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3) malam.

Menurut Asep, perhitungan kebutuhan dana tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono bersama Asisten I Sekretariat Daerah Cilacap Sumbowo, Asisten II Setda Cilacap Ferry Adhi Dharma, serta Asisten III Setda Cilacap Budi Santoso.

Baca Juga  Bantu Warga Terdampak Bencana, Para Pedagang Buah dan Sayur Keluhkan Kondisi Pasar Darurat

KPK menjelaskan, angka tersebut muncul setelah Syamsul Auliya Rachman disebut memerintahkan Sekda Cilacap untuk mengumpulkan dana THR yang akan diberikan untuk kebutuhan pribadi maupun pihak eksternal.

Pihak eksternal yang dimaksud dalam hal ini adalah unsur Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, yang terdiri dari sejumlah unsur pimpinan daerah seperti kepolisian, kejaksaan, dan instansi terkait lainnya.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses pendalaman oleh KPK guna mengungkap secara jelas aliran dana serta pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng
Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik
BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli, Tekanan Dolar Dinilai Sementara
Realme 16T Siap Rilis, Usung Kamera Sony 50 MP dan Baterai 8.000 mAh
KEKEK Kendal Makin Diminati Investor, Serap 42 Ribu Tenaga Kerja hingga 2026
DPR Desak Pemerintah Segera Lindungi WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza
600 Prajurit Sudah Tempati Lokasi, Pembangunan Yon TP 935 Kendal Mulai Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:15

Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:01

Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:46

Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34

BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli, Tekanan Dolar Dinilai Sementara

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:13

KEKEK Kendal Makin Diminati Investor, Serap 42 Ribu Tenaga Kerja hingga 2026

Berita Terbaru