Serap Aspirasi Warga ala Ahmad Luthfi

- Pewarta

Minggu, 9 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KENDAL, Wawasannews.com – Malam itu, Jumat, 7 Maret 2025. Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB. Pemandangan Pendopo Kabupaten Kendal tidak seperti biasanya. Malam itu penuh dengan orang-orang. Para tetamu menduduki kursi-kursi yang disediakan.

Tamu yang berdatangan dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat, oraganisasi pemuda, petani, nelayan, dan elemen lainnya yang ada di Kabupaten kendal.

Di bagian depan, nampak Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Kendal Benni Karnadi, dan tokoh-tokoh lainnya.

Ya. Malam itu dihelat acara Nongkrong Bareng dan Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Dengan penuh gayeng, canda, dan tawa acara itu berlangsung. Silaturahmi berlangsung hangat dan akrab.

Dengan segenap perhatiannya, Gunernur Jateng, Ahmad Luthfi mendengarkan satu demi satu keluhan, masukan, dan usulan masyarakat perihal berbagai masalah. Banyak bahasan yang disampaikan; mulai dari persoalan lingkungan, pertanian, pendidikan, serapan tenaga kerja, infrastruktur, nelayan, anggaran, serta masalah sosial lain.

Salah seorang tokoh nelayan, Triyono mengadukan mengenai sedimentasi di muara sungai di daerahnya yang acap menjadi penghambat bagi nelayan untuk pergi dan pulang melaut.

“Tolong kami bisa lebih diperhatikan. Nelayan kami susah payah ketika akan melaut karena pendangkalan di muara,” ucapnya.

Malam semakin larut, waktu terus berjalan, detik tidak pernah berjalan mundur. Aspirasi demi aspirasi masyarakat masih disampaikan.

Salah seorang petani, Nur Faizin menyampaikan keluhannya mengenai harga beli jagung dan padi yang secara praktik belum sesuai regulasi pemerintah pusat.

“Pas panen harga jatuh. Harga jagung dan padi memang sudah ada penetapan (standar harga, tetapi praktiknya jauh panggang dari api,” ujarnya mewakili suara petani di Kendal.

Ya. silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ahmad Luthfi berkeliling ke-35 kabupaten/kota pada awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Sebelumnya juga sudah terlaksana di Kabupaten Kudus dan Jepara.

Tujuan untuk menyerap apirasi, menggali potensi, dan menemukan permasalahan kemasyarakatan untuk kemudian diintegrasikan menjadi sebuah kebijakan.

“Saya ingin mendengar apa yang harus dilaksanakan lima tahun ke depan,” kata Ahmad Luthfi.
Menanggani berbagai aspirasi masyarakat di acara malam itu, Luthfi mengatakan, normalisasi di sejumlah sungai menjadi salah satu programnya untuk mengatasi sejumlah permasalahan di bidang pertanian dan perikanan.

“Di beberapa titik sudah dilaksanakan, Di Kendal ada di Gempolsewu,” katanya.

Menanggapi masalah para petani itu, lanjut Mantan Kapolda Jateng ini, sektor pertanian merupakan salah satu yang terus diperjuangkan. Terlebih Jawa Tengah diproyeksikan menjadi penumpu pangan nasional dan salah satu penumpu program swasembada pangan nasional.

Maka dari itu, perbaikan infrastruktur pertanian terus digenjot. Termasuk di dalamnya normalisasi sungai dan saluran pengairan atau irigasi, mulai dari waduk, embung, hingga saluran sekunder dan tersier.

Untuk menopang produktivitas petani, pemerintah juga sudah menambah stok pupuk subsidi dan mempermudah proses mendapatkannya. Petani tidak lagi perlu menggunakan kartu tani atau lainya, cukup menunjukkan KTP bisa membeli pupuk langsung ke Gapoktan.

Sementara mengenai harga beli dari petani, Luthfi menegaskan bahwa Bulog dan seluruh rekanannya telah menandatangani MoU dengan mitra Bulog termasuk penggilingan padi. Bulog juga akan membeli padi dan jagung sesuai standar harga yang ditetapkan.

Adapun Pemprov Jateng juga memiliki BUMD PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB). BUMD ini akan ikut serta menyerap hasil panen para petani dengan harga yang wajar.

“Ini bisa menjaga stabilitas harga,” pungkas Luthfi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
Weh-wehan di Kampung Pandean Kaliwungu, Puluhan Ayam Hidup Jadi Rebutan Warga
Tradisi Maulid di Kaliwungu, Dari Aweh Jadi Weh-wehan, Begini Asal Usulnya
Api Melalap Lahan RPH Magangan, TNI dan Warga Berjibaku Cegah Kebakaran Meluas
Waspada Bahaya “Kreak”, Kapolres Kendal Turun Langsung Bina Pelajar SMK Bina Utama
HUT ke-28, PAN Kendal Bidik Tambahan Dua Kursi DPRD
Merajut Cinta Rasul, IPNU-IPPNU Kendal Gelar Peringatan Maulid Nabi
Dekat dan Humanis, Cara Kapolres Kendal Gandeng “Pahlawan Jalanan” Jadi Mitra Kamtibmas

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:12

Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:51

Weh-wehan di Kampung Pandean Kaliwungu, Puluhan Ayam Hidup Jadi Rebutan Warga

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:30

Tradisi Maulid di Kaliwungu, Dari Aweh Jadi Weh-wehan, Begini Asal Usulnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:48

Api Melalap Lahan RPH Magangan, TNI dan Warga Berjibaku Cegah Kebakaran Meluas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:49

HUT ke-28, PAN Kendal Bidik Tambahan Dua Kursi DPRD

Berita Terbaru

Gus Yusuf Chudlori berbincang dengan KH. Mustofa Bisri Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin Leteh, Rembang dalam suasana penuh keakraban. (Istimewa/Wawasannews)

Opini

Muktamar Untuk Ulama, Bukan Untuk Istana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:58

Secret Link