PMII Semarang Bahas Pelemahan Rupiah dan Stabilitas Ekonomi dalam Dialog Bersama Bank Indonesia

- Pewarta

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kritik menuju rekomendasi, PMII Semarang membawa policy brief “Memperkuat Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah” sebagai kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional.

Semarang, 18 Juni 2026 — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang melakukan kunjungan dan diskusi kebijakan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk respons atas dinamika ekonomi nasional, khususnya terhadap isu pelemahan nilai rupiah dan tantangan menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan orang perwakilan PMII Semarang dan diterima oleh jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, yang dalam forum dihadiri oleh Ekonom Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Bapak Agni Alam Awirya, serta Kepala Unit Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Ibu Fika Akhmad. Forum berlangsung dalam suasana dialogis dan menjadi ruang pertukaran gagasan antara kalangan mahasiswa dengan otoritas moneter mengenai kondisi ekonomi nasional serta arah kebijakan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, PMII Semarang membawa dan mempresentasikan sebuah policy brief berjudul “Memperkuat Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah” sebagai bahan kajian dan rekomendasi kebijakan.

Mewakili PMII Semarang, Iqbal Alaik selaku Sekretaris Umum menyampaikan kritik dan respons terhadap perkembangan situasi ekonomi nasional serta dinamika nilai rupiah. Menurutnya, stabilitas ekonomi perlu dipahami tidak hanya melalui indikator makro, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Stabilitas ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan semata. Ketika nilai rupiah mengalami tekanan, yang ikut terdampak adalah biaya hidup masyarakat, daya beli, hingga ruang gerak sektor riil. Karena itu, kebijakan ekonomi harus mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan kesejahteraan publik,” ujar Iqbal dalam forum diskusi.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk tidak hanya menjadi pengamat terhadap dinamika ekonomi nasional, tetapi juga menghadirkan gagasan berbasis kajian.

“Mahasiswa tidak boleh berhenti pada kritik. Kritik harus diikuti argumentasi, data, dan rekomendasi kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Riskon Aulia Al Rahman selaku Pengurus Lembaga Keuangan dan Perbankan PMII Semarang memaparkan analisis mengenai akar persoalan yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan nilai rupiah serta menyampaikan rekomendasi yang tertuang dalam policy brief.

“Penguatan nilai rupiah membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Selain menjaga stabilitas moneter, perlu penguatan sektor produktif domestik, peningkatan kepercayaan pasar, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar ekonomi nasional lebih tahan terhadap tekanan eksternal,” jelas Riskon.


Menanggapi paparan dan rekomendasi yang disampaikan, Ekonom Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Bapak Agni Alam Awirya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghadirkan pendekatan berbasis kajian dalam merespons persoalan ekonomi nasional.

“Kami mengapresiasi ruang dialog seperti ini karena partisipasi mahasiswa penting dalam memperkaya perspektif kebijakan. Rekomendasi yang disampaikan dalam policy brief ini menjadi masukan yang baik dan akan kami pelajari serta tinjau lebih lanjut sebagai bagian dari pengayaan diskusi dan kajian kebijakan,” ujar Agni.

Ia juga menyampaikan bahwa menjaga stabilitas nilai rupiah merupakan bagian dari upaya yang memerlukan koordinasi dan konsistensi kebijakan dari berbagai sektor. Menurutnya, Bank Indonesia terus menjalankan perannya melalui penguatan bauran kebijakan dan menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Upaya menjaga stabilitas ekonomi dan nilai rupiah tidak berdiri sendiri. Selain melalui kebijakan moneter, diperlukan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak, pengendalian inflasi, pendalaman pasar keuangan, serta peningkatan literasi ekonomi agar ketahanan ekonomi nasional semakin kuat,” tambahnya.

Dalam sesi penutup, pihak Bank Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan edukasi publik melalui berbagai program lanjutan yang mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu ekonomi, moneter, dan sistem keuangan, termasuk penguatan literasi ekonomi bagi generasi muda dan kalangan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, PMII Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan intelektual yang tidak hanya kritis terhadap persoalan publik, tetapi juga mampu menawarkan solusi berbasis kajian. Dialog dengan lembaga negara diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan peran mahasiswa dalam merespons isu-isu strategis bangsa dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Policy brief tersebut disusun secara kolaboratif oleh: Iqbal Alaik, Rizqon Aulia Al Rahman, Abdillah Nurul Bahri, Farid Nurrohim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kapolres Kendal Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kendal Jadi Percontohan Tata Kelola Pasokan Telur Program MBG
Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal
Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan
PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal
BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa
Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan
PSIS Resmi Rekrut Deri Corfe, Striker Asal Inggris Jadi Pemain Asing Pertama Musim 2026/2027

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:04

Kapolres Kendal Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:32

Kendal Jadi Percontohan Tata Kelola Pasokan Telur Program MBG

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:11

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:14

Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03

PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal

Berita Terbaru