KENDAL, Wawasannews.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mencatat penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut. Hingga kuartal pertama 2026, sebanyak 48.781 tenaga kerja telah bekerja di berbagai perusahaan yang berada di KEK Kendal.
Jumlah tersebut berasal dari 63 perusahaan yang telah beroperasi dari total 140 pelaku usaha yang menanamkan investasi di KEK Kendal. Sementara perusahaan lainnya masih berada dalam tahap konstruksi, pembangunan fasilitas produksi, hingga persiapan operasional.
Tenaga kerja yang terserap menempati berbagai bidang pekerjaan, mulai dari operator produksi, teknisi, quality control, engineering, logistik, administrasi, hingga posisi manajerial. Dari total pekerja yang ada, sekitar 70 persen merupakan masyarakat Kabupaten Kendal, sedangkan sisanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Seiring meningkatnya aktivitas industri, KEK Kendal juga terus memperkuat upaya penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satunya melalui program Link & Match yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri.
Hingga saat ini, program tersebut telah melibatkan 54 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 17 perguruan tinggi dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, serta wilayah sekitarnya. Program ini didukung sejumlah lembaga pelatihan seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Diklat Industri (BDI), Balai Latihan Kerja (BLK), Hope International, dan BRCC Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, peserta memperoleh akses pelatihan berbasis kompetensi, program magang industri, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, rekrutmen bersama, serta berbagai program peningkatan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Executive Director KEK Kendal, Juliani
Kusumaningrum, mengatakan penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri yang dijalankan KEK Kendal.
“Kami percaya bahwa investasi industri harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, baik melalui kesempatan kerja maupun peningkatan kompetensi tenaga kerja. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dan pelatihan agar kebutuhan industri dapat selaras dengan ketersediaan SDM yang kompeten dan siap kerja,” ujar Juliani dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Selain mencatat penyerapan tenaga kerja, KEK Kendal juga membukukan realisasi investasi sebesar Rp189,16 triliun hingga kuartal pertama 2026. Total investasi tersebut berasal dari 140 pelaku usaha yang bergerak di berbagai sektor industri.
Saat ini KEK Kendal tengah melanjutkan pengembangan kawasan industri untuk mengakomodasi meningkatnya minat investasi. Dengan masih adanya puluhan perusahaan yang berada pada tahap pembangunan dan persiapan operasional, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan terus bertambah seiring beroperasinya perusahaan-perusahaan baru di kawasan tersebut.
Pertumbuhan investasi dan bertambahnya jumlah perusahaan di KEK Kendal menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Kendal dan wilayah sekitarnya. (alaik)






