KENDAL, Wawasannews – Seorang pelajar bernama Auliya Sofiya, 15, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun Kalikunal, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jumat (18/9/2026) malam.
Sebelum ditemukan meninggal, Auliya diketahui sempat berkomunikasi melalui telepon dengan pacarnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Dalam komunikasi tersebut, Auliya meminta pacarnya datang ke rumah. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi.
Pada malam harinya, pacar korban mendapat kabar bahwa Auliya telah meninggal dunia. Ia disebut mengalami syok setelah mengetahui kabar tersebut.
Sementara itu, keluarga mulai khawatir setelah Auliya tidak dapat dihubungi sejak siang. Telepon dari ibunya terus berdering, tetapi tidak mendapat respons.
Saat itu, kedua orangtua Auliya sedang berada di RSI Muhammadiyah Weleri untuk menjenguk anggota keluarga yang baru melahirkan.
Karena tidak kunjung mendapat kabar, ibu Auliya kemudian meminta bantuan tetangga untuk mengecek kondisi putrinya di rumah.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tetangga korban, Ngatiyah, mendatangi rumah Auliya bersama kakeknya, Sabarono.
Rumah dalam kondisi gelap. Dari luar, bagian dalam rumah masih dapat terlihat melalui jendela yang tirainya tidak tertutup.
Sabarono kemudian melihat ke dalam rumah dan mendapati cucunya dalam kondisi meninggal dunia. Ia lalu meminta pertolongan warga sebelum kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Patean.
Kapolsek Patean AKP Aris Krismanto mengatakan, petugas bersama tim medis Puskesmas Patean 1 telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik,” kata Aris.
Menurutnya, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum Auliya ditemukan meninggal dunia.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui fakta-fakta terkait kondisi korban sebelum ditemukan meninggal.(Red)






