Kader Muda Nahdliyin Dorong KH Syamsul Maarif Dipertimbangkan Jadi Sekjen PBNU

- Pewarta

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Birrul Alim, kader muda Nahdliyin yang menyampaikan pandangan terkait figur Sekjen PBNU periode 2026–2031. Foto: Istimewa

Birrul Alim, kader muda Nahdliyin yang menyampaikan pandangan terkait figur Sekjen PBNU periode 2026–2031. Foto: Istimewa

JAKARTA, Wawasannews.com – Dinamika penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 mulai menjadi perhatian warga Nahdliyin. Salah satu posisi yang ikut menjadi pembahasan adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.

Di tengah munculnya sejumlah nama yang diperbincangkan, kader muda Nahdliyin, Birrul Alim, mendorong agar Dr. KH Syamsul Maarif, MA dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut.

Birrul yang merupakan Wakil Sekretaris Umum PP IPNU, melihat kebutuhan Sekjen PBNU bukan hanya berkaitan dengan kemampuan administratif.

Menurutnya, Sekjen memiliki posisi penting dalam menjaga komunikasi organisasi, mengawal konsolidasi serta memastikan berbagai agenda kepengurusan berjalan searah dengan kepemimpinan Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Dari perspektif tersebut, Birrul melihat KH Syamsul Maarif memiliki sejumlah modal yang relevan untuk dipertimbangkan.

“Saya melihat Kiai Syamsul punya beberapa modal penting. Selain pengalaman organisasi, beliau memiliki komunikasi yang baik dengan Gus Kikin dan jejaring yang cukup luas di lingkungan NU. Hal-hal seperti ini penting untuk seorang Sekjen,” ujar Birrul.

Menurut Birrul, hubungan komunikasi dan chemistry antara Ketua Umum dengan Sekjen menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan organisasi.

PBNU memiliki struktur yang luas hingga berbagai tingkatan daerah. Karena itu, koordinasi antara pimpinan pusat dan struktur NU di daerah membutuhkan komunikasi yang intensif dan kesamaan pemahaman.

“Kiai Syamsul sudah memiliki komunikasi yang baik dengan Gus Kikin maupun dengan berbagai struktur NU. Kalau komunikasi di tingkat pimpinan sudah terbangun, itu akan menjadi modal untuk memperkuat sinergi organisasi dari pusat sampai daerah,” katanya.

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan KH Syamsul Maarif berbincang dalam sebuah sesi wawancara. Foto: Istimewa.

Birrul juga melihat pengalaman KH Syamsul Maarif selama menjalankan amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta sebagai pertimbangan penting.

Menurutnya, pengalaman memimpin PWNU di wilayah dengan dinamika sosial yang kompleks memberikan ruang pembelajaran tersendiri dalam mengelola organisasi dan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok.

“Pengalaman beliau di PWNU DKI Jakarta tentu menjadi bagian yang layak diperhitungkan. Seorang Sekjen harus terbiasa mengelola komunikasi, menghadapi beragam karakter dan menjaga organisasi tetap berjalan,” ujarnya.

Sebagai kader muda NU yang pernah menempuh pendidikan di Pesantren Tebuireng, Birrul melihat kebutuhan organisasi juga harus ditempatkan dalam kerangka penguatan tradisi jamiyah.

Menurutnya, PBNU membutuhkan figur yang tidak hanya mampu menjalankan fungsi kesekjenan secara administratif, tetapi juga memahami karakter organisasi, kultur NU dan kebutuhan konsolidasi antarkader.

“NU ini organisasi yang sangat besar. Sekjen harus memahami bagaimana organisasi bekerja, bagaimana berkomunikasi dengan struktur dan bagaimana menjaga hubungan dengan berbagai kelompok. Karena itu, pengalaman dan pemahaman terhadap kultur organisasi menjadi penting,” tuturnya.

Pertimbangan lain yang disampaikan Birrul adalah ruang pengabdian KH Syamsul Maarif yang saat ini tidak sedang menduduki jabatan publik.

Menurutnya, kondisi tersebut memungkinkan Syamsul memberikan perhatian lebih besar terhadap tugas-tugas organisasi apabila nantinya mendapatkan amanah sebagai Sekjen PBNU.

“Sekjen membutuhkan konsentrasi, mobilitas dan koordinasi yang cukup tinggi. Karena Kiai Syamsul tidak sedang memegang jabatan publik, menurut saya ruang pengabdiannya di organisasi bisa dilakukan secara lebih penuh,” katanya.

Birrul juga menilai kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok menjadi kebutuhan penting bagi Sekjen PBNU.

Ia melihat KH Syamsul Maarif memiliki pengalaman dan jejaring yang memungkinkan dirinya berkomunikasi dengan berbagai unsur, mulai dari ulama, pengurus NU, kader muda, akademisi hingga masyarakat luas.

“NU adalah rumah besar. Sekjen harus bisa menjadi jembatan bagi banyak kelompok. Kiai Syamsul punya modal sosial dan pengalaman untuk berkomunikasi dengan berbagai kalangan,” ujarnya.

Nama KH Syamsul Maarif sendiri turut muncul dalam pembicaraan mengenai figur yang berpotensi mengisi posisi Sekjen PBNU periode 2026–2031.

Namun, Birrul menegaskan bahwa dorongan tersebut merupakan pandangan dan aspirasi pribadinya sebagai kader muda Nahdliyin. Ia tidak bermaksud mengesampingkan tokoh lain yang juga memiliki kapasitas.

“Ini aspirasi saya sebagai kader NU. Saya tidak sedang mengatakan tokoh lain tidak memiliki kapasitas. Yang saya pikirkan adalah bagaimana Sekjen nantinya bisa menjadi penguat Gus Kikin dan membantu PBNU menjalankan roda organisasi secara efektif,” jelasnya.

Ia berharap proses penyusunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 dapat menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memberikan ruang bagi berbagai potensi kader NU.

“Harapan saya, PBNU ke depan semakin solid, profesional dan mampu merangkul seluruh potensi yang ada. Siapa pun yang mendapat amanah, yang utama adalah bagaimana kepengurusan tersebut bisa memperkuat organisasi dan memberi manfaat bagi warga Nahdliyin,” pungkas Birrul. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

1,5 Tahun Cari Keadilan untuk Cucu, Kakek di Kendal Kini Menunggu Putusan Kasus Dugaan Pencabulan
KA Sembrani Hantam Pickup di Weleri, Lokomotif Rusak dan 5 Perjalanan Terdampak
Rumah Lansia di Wadas Plantungan Kendal Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Bara Kayu
L300 Tertemper Kereta Api di Karanganom Kendal, Sopir Berhasil Selamat
Bupati Kendal Ungkap 8 Persoalan Pembangunan dalam Perubahan APBD 2026
Polres Kendal dan Wartawan Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau
Personel Kodim Kendal dan Tim Gabungan Intensifkan Pendinginan TPA Darupono Pasca Kebakaran Hari Ketiga
Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 22:44

Kader Muda Nahdliyin Dorong KH Syamsul Maarif Dipertimbangkan Jadi Sekjen PBNU

Jumat, 18 September 2026 - 19:00

1,5 Tahun Cari Keadilan untuk Cucu, Kakek di Kendal Kini Menunggu Putusan Kasus Dugaan Pencabulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:14

KA Sembrani Hantam Pickup di Weleri, Lokomotif Rusak dan 5 Perjalanan Terdampak

Jumat, 18 September 2026 - 15:48

Rumah Lansia di Wadas Plantungan Kendal Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Bara Kayu

Jumat, 18 September 2026 - 15:45

L300 Tertemper Kereta Api di Karanganom Kendal, Sopir Berhasil Selamat

Berita Terbaru

Secret Link