KENDAL, Wawasannews.com — Rumah milik Khamidun, 72, warga Dusun Jambangan RT 04/RW 02, Desa Wadas, Kecamatan Plantungan, Kendal, ludes terbakar pada Jumat (18/9/2026) pagi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi seluruh bangunan rumah beserta perabotan dan barang milik korban hangus terbakar.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kepala Dusun Jambangan, Pawito, mengatakan api diduga berasal dari bara kayu yang sebelumnya digunakan untuk membakar kutu di kandang ayam.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Khamidun diketahui membakar kutu di kandang ayam menggunakan kayu. Setelah selesai, kayu bekas pembakaran yang masih mengeluarkan asap diletakkan di bawah tumpukan kayu di sekitar rumah.
Khamidun kemudian meninggalkan lokasi. Bara yang belum benar-benar padam diduga memicu tumpukan kayu hingga terbakar.
Api selanjutnya merambat ke bagian rumah. Kobaran cepat membesar karena sejumlah bagian bangunan menggunakan material kayu dan bambu.
Di sisi lain, Kapolsek Plantungan Iptu Sutrisno menyebut ada keterangan lain yang juga diperoleh petugas saat melakukan pengecekan di lokasi.
Sebelum kebakaran membesar, istri Khamidun, Khuzaematun, disebut sempat membakar sampah di samping dapur rumah.
Setelah membakar sampah, Khuzaematun meninggalkan lokasi untuk menemui tetangga. Api kemudian diduga merembet dari sekitar dapur hingga mengenai bagian dinding rumah.
Rumah korban berukuran sekitar 10 x 8 meter. Sebagian konstruksinya menggunakan kayu sehingga api dengan cepat menjalar ke bagian lain bangunan.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Riyono, anak Khamidun. Melihat api mulai membesar, Riyono meminta bantuan warga di sekitar rumah.
Warga kemudian berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Warga kemudian bersama-sama berupaya memadamkan api,” kata Sutrisno.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas Damkar Sukorejo datang untuk melakukan proses pendinginan.
Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala, terutama pada bagian bangunan dan tumpukan material yang terbakar.
Kondisi rumah yang sebagian menggunakan bahan mudah terbakar membuat api cepat meluas. Sementara itu, Khamidun yang sudah berusia lanjut disebut mengalami penurunan pendengaran.
Kondisi tersebut diduga membuat tanda-tanda kebakaran tidak segera diketahui oleh korban. Saat warga menyadari kejadian tersebut, api sudah membesar dan melalap sebagian besar bangunan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, rumah Khamidun bersama perabotan dan barang-barang di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga agar memastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, terutama setelah membakar kayu, sampah, maupun material lain di sekitar rumah. (red)






