KENDAL, Wawasannews – Kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang JPL 75, Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jumat (18/9). Sebuah mobil pickup Mitsubishi Colt T120 SS bernopol H 8099 BG yang mengangkut besi baja ringan tertemper KA 39 Sembrani.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.38 WIB di KM 41+431 Kalikuto. Pickup dikemudikan Mukrim, warga Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Kapolsek Weleri AKP Yulianto menjelaskan, kecelakaan bermula ketika pickup melaju dari arah Weleri menuju Rowosari. Saat tiba di perlintasan, ban belakang sebelah kiri kendaraan terlepas.
Akibatnya, kendaraan berhenti tepat di atas rel sebelah utara perlintasan. Saat itu palang pintu belum ditutup karena belum ada kereta yang melintas.
Mengetahui posisi kendaraan berada di atas rel, pengemudi kemudian mendatangi pos penjaga perlintasan. Palang pintu selanjutnya ditutup. Pengemudi bersama sejumlah saksi juga berupaya memberikan tanda bahaya kepada kereta yang akan melintas.
Bendera bahaya dikibarkan untuk memberikan peringatan agar kereta dari kedua arah berhenti. Namun, KA 39 Sembrani yang datang dari arah hilir tidak berhasil melakukan pengereman hingga akhirnya menabrak pickup.
“Kereta kemudian tertemper pickup hingga kendaraan terpelanting,” kata Yulianto.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif membenarkan kejadian tersebut. KA 39 Sembrani relasi Surabaya Pasarturi-Gambir tertemper pickup di perlintasan sebidang JPL 75 yang dijaga petugas, pada petak jalan antara Stasiun Weleri dan Stasiun Krengseng.
Setelah kejadian, KA Sembrani berhenti di KM 41+500 untuk dilakukan pemeriksaan rangkaian. Hasil pemeriksaan menunjukkan lokomotif CC 206 13 46 mengalami kerusakan berupa pecahnya lampu kabut dan semboyan sebelah kiri.
“KA kemudian dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan,” kata Luqman.
KA Sembrani kembali diberangkatkan pada pukul 11.48 WIB. Sementara itu, jalur hulu dan hilir diperiksa Unit Jalan Rel 4.7 Weleri dan dinyatakan aman.
KA Sembrani selanjutnya melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Krengseng untuk proses penyerahan PTGOK. Kereta kemudian kembali diberangkatkan pada pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut berdampak terhadap lima perjalanan kereta api dengan total andil keterlambatan mencapai 70 menit.
Selain KA 39 Sembrani yang mengalami keterlambatan 22 menit, KA 183 Kamandaka terlambat 19 menit, PLB 2510A Banteng Cargo 14 menit, PLB 20A Argo Muria 9 menit, dan PLB 178B Tawangjaya Premium 6 menit.
Luqman mengatakan KAI menyayangkan kejadian tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak akibat insiden tersebut.
KAI juga kembali mengingatkan pengguna jalan agar mendahulukan perjalanan kereta api ketika melintasi perlintasan sebidang.
Pengguna jalan diminta berhenti, melihat kondisi kanan dan kiri, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas.(Red)






