Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 44 Persen pada Awal 2026, Ahmad Luthfi Yakin Target 10,5 Juta Ton Tercapai

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kiri) memberikan pernyataan saat Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah dengan tema

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kiri) memberikan pernyataan saat Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor" di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

SEMARANG, Wawasannews.com – Produksi padi di Jawa Tengah pada awal 2026 menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir triwulan pertama, hasil panen di wilayah ini sudah mencapai 44,48 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar 10,5 juta ton.

Capaian itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam keterangannya yang diterima di Semarang, Senin.

Menurut dia, hasil tersebut menunjukkan sektor pertanian Jawa Tengah masih bergerak stabil di tengah tantangan cuaca yang diperkirakan lebih berat tahun ini.

“Capaian produksi padi di Jawa Tengah tergolong tinggi,” ujar Ahmad Luthfi.

Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menghadiri Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta. (Dilansir dari antarajateng)

Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi menjadi salah satu narasumber yang diminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memaparkan perkembangan ekonomi daerah, termasuk sektor pertanian dan program swasembada pangan di Jawa Tengah.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), perkiraan produksi padi Jawa Tengah selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 5.674.991 ton gabah kering giling.

Jumlah itu menempatkan Jawa Tengah di posisi kedua nasional, berada di bawah Jawa Timur.

Bagi Jawa Tengah yang selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional, angka tersebut menjadi modal penting untuk menjaga pasokan beras di tengah kebutuhan yang terus berjalan.

Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah provinsi terus menyiapkan berbagai langkah agar target swasembada pangan tahun ini tetap tercapai.

Salah satu perhatian utama adalah soal cuaca.

Musim kemarau pada 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dibanding tahun lalu.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah bergerak lebih awal untuk memastikan kebutuhan air pertanian tetap aman.

Ia mengaku telah meminta organisasi perangkat daerah terkait agar menjaga ketersediaan air, terutama untuk area pertanian produktif di sejumlah kabupaten.

Wilayah pantura hingga sentra pertanian di daerah tengah Jawa Tengah menjadi perhatian dalam pengaturan kebutuhan air tersebut.

Selain fokus pada irigasi, Pemprov Jawa Tengah juga mulai memperkuat keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.

Program petani milenial dijalankan melalui Kecamatan Berdaya yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Lewat program itu, petani muda diberikan pelatihan dan pendampingan agar lebih siap mengelola pertanian secara berkelanjutan.

Langkah ini juga diharapkan bisa menjawab kebutuhan regenerasi petani yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah.

Tak hanya dari sektor pertanian langsung, pemerintah provinsi juga melibatkan pelaku UMKM untuk mendukung pergerakan ekonomi berbasis pangan.

Pelaku usaha kecil didorong berkembang lewat pelatihan, akses modal, hingga pendampingan pemasaran produk.

Menurut Ahmad Luthfi, sektor pertanian dan UMKM saling terhubung dalam menjaga ekonomi daerah tetap tumbuh.

Ia menilai keberhasilan produksi pangan ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Dampaknya juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi provinsi ini tercatat sebesar 5,89 persen.

Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 5,61 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah Jawa Tengah yang dinilai mampu membaca potensi daerah dan menjalankannya sesuai kebutuhan wilayah.

Menurut dia, program padi dan jagung yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah memberi dukungan terhadap kebutuhan pangan nasional.

OJK juga mendorong sektor jasa keuangan ikut menopang berbagai program ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan apresiasinya terhadap capaian Jawa Tengah.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas nasional memberi dampak positif terhadap perekonomian secara luas.

Bagi masyarakat Jawa Tengah, termasuk petani di Kendal dan wilayah pertanian lain di pesisir utara, capaian produksi ini menjadi kabar baik.

Di tengah prediksi kemarau lebih panjang, hasil panen yang tetap terjaga memberi harapan pasokan pangan tetap aman hingga akhir tahun. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Semarang Temukan Enam Sapi Positif PMK di Ngaliyan dan Banyumanik
Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Hotel Jakarta Barat, Oknum Polisi Ikut Terseret
Wamen BKKBN Dorong Lansia di Bintan Tetap Berdaya Lewat Program Lansia SMART di Rumah Bahagia
Dua Pekan Jebol, Tanggul Kali Bodri di Pidodo Kulon Belum Diperbaiki, Warga Mulai Waswas
Tawuran Antarwarga di Klender Lumpuhkan Jalan Ngurah Rai, Macet Lebih dari 2 Kilometer
RA Al Muhtadin Borong Tiga Juara di Gita Nirwana Drumband Competition 6 Kendal
Indonesia Tegaskan Pelucutan Senjata Nuklir di Forum PBB, Dorong Komitmen Dunia di Tengah Kebuntuan Konferensi
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Dirilis FIFA, Dibuka di Meksiko dan Final 20 Juli di New York

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:00

Jelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Semarang Temukan Enam Sapi Positif PMK di Ngaliyan dan Banyumanik

Senin, 25 Mei 2026 - 21:46

Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 44 Persen pada Awal 2026, Ahmad Luthfi Yakin Target 10,5 Juta Ton Tercapai

Senin, 25 Mei 2026 - 20:30

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Hotel Jakarta Barat, Oknum Polisi Ikut Terseret

Senin, 25 Mei 2026 - 20:17

Wamen BKKBN Dorong Lansia di Bintan Tetap Berdaya Lewat Program Lansia SMART di Rumah Bahagia

Senin, 25 Mei 2026 - 18:13

Dua Pekan Jebol, Tanggul Kali Bodri di Pidodo Kulon Belum Diperbaiki, Warga Mulai Waswas

Berita Terbaru