Dugaan Penimbunan Solar Subsidi Picu Evaluasi Sistem Pengawasan Nelayan di Kendal

- Pewarta

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas aparat menunjukkan kendaraan tangki penampung yang diduga digunakan dalam praktik penyalahgunaan solar subsidi di wilayah Karangsari. (Istimewa/Wawasannews)

Petugas aparat menunjukkan kendaraan tangki penampung yang diduga digunakan dalam praktik penyalahgunaan solar subsidi di wilayah Karangsari. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Dugaan penimbunan solar subsidi oleh seorang oknum nelayan di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal, menjadi perhatian sejumlah pihak sekaligus memunculkan evaluasi terhadap efektivitas sistem pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi bagi nelayan.

Kasus tersebut terungkap setelah Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri melakukan operasi pada Minggu (24/4) dini hari. Dalam operasi itu, petugas mengamankan seorang nelayan berinisial AF beserta sejumlah jerigen berisi solar.

Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kendal Agus Priyo Kusumo menjelaskan, selama ini distribusi solar subsidi bagi nelayan telah dilakukan melalui mekanisme resmi menggunakan barcode atau QR code yang terintegrasi dalam sistem Subsidi Tepat.

Menurutnya, setiap pembelian solar subsidi harus melalui proses verifikasi ketat, termasuk kepemilikan rekomendasi dari dinas terkait serta dokumen izin melaut.

“Selama ini pembelian menggunakan barcode resmi, jadi sistem pengawasannya sebenarnya sudah cukup ketat. Kami akan telusuri lebih lanjut jika ada dugaan penyalahgunaan,” ujarnya, Selasa (28/4).

Agus menegaskan, apabila ditemukan adanya pelanggaran atau indikasi solar subsidi dijual kembali, pihaknya akan memberikan sanksi administratif berupa pemblokiran rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo. Ia memastikan penyaluran solar subsidi untuk nelayan di wilayah Kendal sejauh ini masih berjalan normal dan stabil.

Menurut Hudi, nelayan penerima subsidi wajib memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki QR code dari sistem Subsidi Tepat, rekomendasi dari DKP atau UPT terkait, serta dokumen PAS Kecil sebagai legalitas kapal untuk melaut.

“Penggunaan solar subsidi sudah ada aturannya dan tidak boleh diperjualbelikan kembali. Jika terbukti melanggar, tentu ada konsekuensi hukum maupun sanksi administratif,” katanya.

Di wilayah Karangsari dan Bandengan sendiri, tercatat sekitar 600 kapal nelayan menerima alokasi solar subsidi. Setiap kapal memperoleh jatah sekitar 20 liter dengan harga subsidi Rp6.800 per liter.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal, Triyono, juga mengingatkan agar subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan.

Menurutnya, program subsidi energi bagi nelayan memiliki peran penting dalam menopang aktivitas melaut sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Kasus ini dinilai menjadi momentum evaluasi bersama agar sistem distribusi solar subsidi tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga dibarengi pengawasan lapangan yang konsisten sehingga manfaat subsidi dapat tepat sasaran.

Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kongres IPNU-IPPNU Digelar di Kendal, Ahmad Luthfi Tegaskan Dukungan Pemprov Jateng
Polemik Regulasi Kuliner Non-Halal Anggota F-PKB DPRD Jateng Ajak Semua Pihak Patuhi Prosedur Hukum
Pimpin Desa Sidokumpul, Syafrudin Dapat Pesan Khusus dari Warga Cipluk
DPRD Kendal Soroti Kebocoran PAD, APBD 2027 Diminta Fokus pada Kebutuhan Masyarakat
Disperinaker Kendal Perkuat Layanan PMI, Bekali Calon Pekerja Sebelum ke Luar Negeri
Perluas Peran Pesantren, Arrois Cendekia Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Yayasan
Abdul Rouf Mahfudz Siapkan Santri Arrois Hadapi Persaingan Pendidikan dan Dunia Profesional
GP Ansor Brangsong Lantik 10 Pimpinan Ranting, Perkuat Konsolidasi Organisasi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:53

Kongres IPNU-IPPNU Digelar di Kendal, Ahmad Luthfi Tegaskan Dukungan Pemprov Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 16:47

Polemik Regulasi Kuliner Non-Halal Anggota F-PKB DPRD Jateng Ajak Semua Pihak Patuhi Prosedur Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 16:43

Pimpin Desa Sidokumpul, Syafrudin Dapat Pesan Khusus dari Warga Cipluk

Selasa, 3 November 2026 - 16:01

DPRD Kendal Soroti Kebocoran PAD, APBD 2027 Diminta Fokus pada Kebutuhan Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 17:50

Perluas Peran Pesantren, Arrois Cendekia Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Yayasan

Berita Terbaru

Secret Link