Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi

- Pewarta

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel BPBD tengah mengevakuasi warga dengan perahu karet saat banjir melanda. (Istimewa/Wawasannews)

Personel BPBD tengah mengevakuasi warga dengan perahu karet saat banjir melanda. (Istimewa/Wawasannews)

Sumatra Utara, Wawasannews.com – Jumlah warga yang masih dinyatakan hilang akibat bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra Utara berangsur menurun. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat, hingga Jumat (5/12/2025) pukul 17.00 WIB, masih ada 160 orang yang belum ditemukan.

Angka ini turun dibandingkan data Kamis (4/12/2025) yang sebelumnya mencapai 205 orang hilang. Penurunan tersebut menunjukkan sebagian korban sudah berhasil ditemukan dan terverifikasi oleh petugas di lapangan.

Sebaran Korban Hilang di Lima Daerah

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pusdalops PB Sumut merinci, ratusan korban hilang tersebut tersebar di lima kabupaten/kota dari total 18 wilayah yang terdampak bencana. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kabupaten Tapanuli Utara: 14 orang

  • Kabupaten Dairi: 109 orang (sesuai data bahan yang diterima)

  • Kabupaten Tapanuli Selatan: 31 orang

  • Kota Sibolga: 5 orang

  • Kabupaten Humbang Hasundutan: 1 orang

Baca Juga  Ulama Kharismatik Purworejo KH Thoifur Mawardi Berpulang ke Rahmatullah

Artinya, mayoritas korban hilang terpusat di Kabupaten Dairi, sementara daerah lain menyumbang angka yang lebih kecil namun tetap memerlukan penanganan serius.

Data Masih Bersifat Sementara

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Data akan terus diperbarui seiring masuknya laporan dari pemerintah kabupaten/kota dan tim di lapangan.

“Data merupakan update 5 Desember 2025 pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Sri Wahyuni menjelaskan, proses pendataan di lokasi bencana tidak bisa dilakukan sekali jalan. Selain faktor akses yang terbatas, petugas juga harus mencocokkan laporan warga, pemerintah desa, hingga pihak keluarga agar tidak terjadi data ganda.

Baca Juga  Harry Maguire Antar Manchester United Akhiri Kutukan Anfield

Upaya Pencarian dan Evakuasi Dipercepat

Berbagai upaya penanganan darurat terus dilakukan pemerintah daerah bersama BPBD, dibantu unsur terkait lainnya. Fokus utama saat ini adalah mempercepat pencarian dan evakuasi korban, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

“Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan, termasuk pembaruan data korban dan wilayah terdampak,” kata Sri Wahyuni.

Di lapangan, tim gabungan bekerja pada sejumlah titik yang dinilai rawan dan sulit dijangkau. Selain menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi terjebaknya korban, petugas juga melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman, serta pembersihan material lumpur dan longsor di akses jalan.

18 Kabupaten/Kota Terdampak Banjir dan Longsor

Baca Juga  Menag Ajak Umat Manfaatkan Rajab dan Sya’ban untuk Persiapan Spiritual Ramadan

Pusdalops PB Sumut mencatat, total ada 18 kabupaten/kota yang terdampak rangkaian bencana beberapa hari terakhir. Bencana yang terjadi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem yang memicu kerusakan di sejumlah kawasan pemukiman dan infrastruktur.

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari berturut-turut disebut menjadi salah satu pemicu utama bencana hidrometeorologi ini. Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini juga diminta memperkuat langkah mitigasi, seperti pemantauan daerah rawan longsor dan banjir, serta memperingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru