Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra

- Pewarta

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI. (Istimewa/Wawasannnews)

Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI. (Istimewa/Wawasannnews)

Jakarta, Wawasannews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra terus dikebut. Tiga provinsi yang menjadi fokus adalah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, Kemenkes intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan dasar maupun lanjutan.

“Kita dapat data secara eksklusif setiap hari. Perkembangannya, ada beberapa puskesmas dan rumah sakit terdampak yang tadinya tidak bisa operasional, sudah kita cepat bisa operasionalkan,” kata Dante di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kirim Obat Lewat Udara, Kerahkan Mahasiswa untuk Bersihkan Faskes

Baca Juga  Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Lombok Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami Lombok Utara Diguncang Gempa 2,5

Salah satu penanganan darurat dilakukan di RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh, yang sempat kehabisan bahan medis habis pakai (BMHP) untuk pasien cuci darah. Putusnya akses darat membuat distribusi logistik medis tidak bisa melalui jalur biasa.

“Karena jalurnya terputus, jadi tidak bisa lewat darat. Maka dari itu kita kirim lewat udara agar lebih cepat, obat-obatan kita kirimkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah puskesmas dan rumah sakit yang terdampak lumpur dan kotoran pascabencana juga mendapat perhatian. Kemenkes mengerahkan mahasiswa politeknik kesehatan di wilayah sekitar untuk membantu proses pembersihan dan normalisasi fasilitas.

“Untuk puskesmas dan rumah sakit yang kotor, kita kerahkan mahasiswa politeknik kesehatan di sekitar untuk membantu membersihkannya,” kata Dante.

Baca Juga  Kemenag Lakukan Monev Beasiswa Indonesia Bangkit di Coventry University dan Kampus Inggris

Ia menegaskan, pemulihan fasilitas fisik berjalan paralel dengan upaya penanganan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.

Penyakit Pascabencana Muncul, Tenaga Medis dan Obat Dimobilisasi

Dante mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, sejumlah penyakit pascabencana mulai teridentifikasi di lapangan.

“Sudah mulai muncul penyakit kulit, diare, demam, dan sebagainya, ini harus kita tangani dengan cepat. Obat-obatan dan dokter spesialis sudah kita kirimkan, termasuk yang kita mobilisasi dari Jakarta, Makassar, dan Medan,” jelasnya.

Selain dokter spesialis, Kemenkes juga mengirim dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lain untuk memperkuat pelayanan di posko pengungsian, rumah sakit rujukan, dan fasilitas kesehatan terdampak.

Di Kota Pariaman, Sumatra Barat, Dante menyebut sudah ada lima rumah sakit dan tujuh puskesmas yang kembali dapat beroperasi. Meski begitu, masih terdapat fasilitas kesehatan lain yang belum bisa berfungsi penuh karena kerusakan maupun keterbatasan sarana.

Baca Juga  Bupati Kendal Serahkan SK Adiwiyata 2025 untuk 16 Sekolah, Launching Persiapan Nasional 2026

“Ini akan terus kita tingkatkan mobilisasinya. Kita siapkan strategi yang cepat agar fasilitas kesehatan bisa beroperasi sebisa mungkin,” kata Dante.

Kemenkes menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan respons cepat, agar pemulihan layanan kesehatan di wilayah bencana berjalan optimal dan masyarakat bisa kembali mendapatkan pelayanan medis yang layak. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru