KENDAL, Wawasannews – Dusun Sono, Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, dibidik menjadi kawasan penghasil sukun. Sebanyak 150 pohon sukun ditanam di wilayah tersebut sebagai tahap awal pengembangan komoditas yang ditargetkan mulai dipanen dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Penanaman dilakukan Kamis (1/10/2026) dalam rangkaian Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Kendal 2026. Pengembangan tanaman sukun tersebut diarahkan tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
Bupati Kendal mengatakan, Dusun Sono memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai dusun penghasil sukun. Karena itu, pemerintah desa diminta ikut mendukung melalui program ketahanan pangan agar penanaman dapat diperluas hingga ke lingkungan rumah warga.
“Harapannya Dusun Sono ini bisa menjadi dusun penghasil tanaman sukun yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian warga. Tiga sampai empat tahun lagi, warga bisa panen bersama dan kemudian tumbuh klaster-klaster UMKM untuk mengolah hasil sukun,” katanya.
Menurutnya, pengembangan sukun nantinya tidak berhenti pada hasil panen. Komoditas tersebut dapat menjadi bahan baku bagi usaha pengolahan yang dikembangkan masyarakat.
“Ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga mendorong ketahanan pangan lokal. Sukun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan Karang Taruna Menanam (Karta) di Dusun Sono. Mereka terdiri atas pengurus Karang Taruna Kabupaten Kendal, Karang Taruna Kecamatan Ringinarum, Karang Taruna desa se-Kecamatan Ringinarum, serta anggota Karang Taruna Desa Tejorejo.
Penanaman 150 pohon sukun tersebut menjadi bagian dari Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Kendal 2026. Selain Karta Menanam, rangkaian kegiatan juga meliputi Goes to School dan Festival Karang Taruna.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal Nattaza Kenenza mengatakan, Bulan Bhakti Karang Taruna tahun ini diarahkan agar kegiatan organisasi dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Harapan kami masyarakat Kabupaten Kendal tahu bahwa Karang Taruna itu ada dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena Bulan Bhakti tahun ini kami arahkan lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Kepala Dinsos Kendal Albertus Hendry Setyawan mengatakan, kegiatan menanam menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial dan lingkungan yang dilakukan generasi muda.
Karang Taruna, lanjutnya, juga didorong mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan sosial.
“Menanam adalah bentuk kepedulian. Manfaatnya mungkin tidak langsung kita nikmati hari ini, tetapi akan dirasakan masyarakat dan generasi yang akan datang,” ujarnya.(Red)






