Dexa Group Raih IHYA 2026, Lebih dari 1.800 Produk Farmasi Telah Bersertifikat Halal

- Pewarta

Sabtu, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno (kedua kanan) berfoto bersama dengan penerima penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 Kementerian Perindustrian. (Istimewa/Wawasannews)

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno (kedua kanan) berfoto bersama dengan penerima penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 Kementerian Perindustrian. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com — PT Ferron Par Pharmaceuticals, bagian dari Dexa Group, meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Ferron Par mendapat penghargaan pada kategori Perusahaan Industri Besar. Perusahaan tersebut menang untuk subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik.

Penghargaan itu diberikan setelah rangkaian seleksi dan penjurian IHYA 2026. Tahun ini, jumlah peserta mencapai 1.091 entitas.

Dari seluruh peserta, sebanyak 23 entitas ditetapkan sebagai penerima penghargaan IHYA 2026.

Direktur Utama Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi pemerintah terhadap upaya perusahaan.

Menurutnya, penerapan standar halal di perusahaan sudah dilakukan secara bertahap. Proses tersebut bahkan telah dimulai sejak 2019.

“Ini juga menjadi bentuk pembuktian bahwa apa yang telah kita usahakan mendapat apresiasi dari pemerintah,” kata Benny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Saat ini, lebih dari 1.800 stock keeping unit (SKU) produk Ferron Par telah memiliki sertifikat halal.

Tidak hanya produknya, seluruh fasilitas produksi perusahaan juga telah tersertifikasi halal.

Penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) menjadi bagian dari proses tersebut. Sistem ini diterapkan untuk menjaga standar halal sekaligus kualitas produk.

Bagi industri farmasi, sertifikasi halal juga berkaitan dengan peluang pasar. Produk yang memenuhi standar halal dapat memiliki ruang lebih luas di pasar nasional maupun internasional.

Pemerintah sendiri melihat industri halal sebagai salah satu sektor yang punya peluang besar di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menyampaikan hal tersebut saat membuka Industrial Festival x Halal Indo 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Agus mengutip State of the Global Islamic Economy Report 2025-2026. Laporan tersebut mencatat konsumsi masyarakat Muslim dunia pada enam sektor ekonomi syariah mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 3,6 triliun dolar AS pada 2029.

Menurut Agus, peluang pasar tersebut perlu diikuti dengan kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

“Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” ujar Agus.

Kemenperin kemudian mengarahkan pengembangan industri halal melalui Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025-2029.

Peta jalan tersebut menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat industri halal global.

Dalam konteks industri farmasi, perkembangan tersebut membuka peluang bagi perusahaan yang sudah memiliki sistem halal dan kapasitas produksi yang memadai.

Penghargaan yang diterima Ferron Par juga menunjukkan penerapan standar halal tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan.

Bagi perusahaan, sistem tersebut menjadi bagian dari proses produksi yang berjalan secara berkelanjutan.

IHYA 2026 sendiri menunjukkan peningkatan jumlah peserta dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, 1.091 peserta mengikuti rangkaian seleksi hingga tahap akhir.

Dari jumlah tersebut, 23 entitas akhirnya menerima penghargaan pada berbagai kategori.

Ferron Par menjadi salah satu penerima untuk sektor farmasi dan obat tradisional. Penghargaan tersebut melengkapi proses sertifikasi halal yang telah diterapkan perusahaan pada produk dan fasilitas produksinya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

GoPay luncurkan program GoPay Next sasar generasi muda
KKP Targetkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh Kembali Beroperasi, Petambak Disiapkan Benih dan Pakan
PDKN Gandeng Kementerian UMKM RI, Siapkan Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah
DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir
Harga Minyakita Segera Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Kementerian PU Percepat Program Prioritas Presiden, Pembangunan Sekolah, Jalan dan Irigasi Terus Dikebut
Perbaikan Jalan Pantura Brangsong Dimulai, Polisi Siapkan Contra Flow untuk Antisipasi Kemacetan
BPOM Permudah Aturan Kemasan dan Bahan Baku, Kenaikan Harga Obat Diharapkan Tidak Terlalu Tinggi

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:55

Dexa Group Raih IHYA 2026, Lebih dari 1.800 Produk Farmasi Telah Bersertifikat Halal

Sabtu, 26 September 2026 - 09:39

GoPay luncurkan program GoPay Next sasar generasi muda

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:35

KKP Targetkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh Kembali Beroperasi, Petambak Disiapkan Benih dan Pakan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:27

PDKN Gandeng Kementerian UMKM RI, Siapkan Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:22

DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir

Berita Terbaru

Kegiatan GoPay NEXT. (Istimewa/Wawasannews)

Ekonomi

GoPay luncurkan program GoPay Next sasar generasi muda

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:39

Secret Link