KENDAL, Wawasannews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang lebih partisipatif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi DPRD dan Organisasi Kemasyarakatan dalam Mendukung Pembangunan Kabupaten Kendal” yang digelar bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), badan otonom (Banom), serta tokoh masyarakat Kecamatan Brangsong di Aula SMA NU 05 Brangsong, Sabtu (1/8/2026).
Forum yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi ruang bertukar gagasan antara DPRD dan organisasi kemasyarakatan mengenai berbagai isu pembangunan daerah. Melalui diskusi tersebut, DPRD ingin memastikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Kendal tidak hanya disusun berdasarkan perencanaan pemerintah, tetapi juga diperkaya dengan masukan dari organisasi yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq mengatakan, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dan DPRD dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat sekaligus memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di daerah.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan semua pihak sehingga kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
“DPRD tidak hanya bekerja di ruang rapat, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang ada. Forum seperti ini menjadi ruang dialog agar kita bisa bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Mahfud juga menjelaskan peran DPRD sebagai lembaga legislatif yang menjalankan tiga fungsi utama, yakni pembentukan peraturan daerah (legislasi), penyusunan dan pembahasan anggaran (budgeting), serta pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah (controlling).
Ia menilai forum diskusi seperti FGD memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan berbagai perspektif dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi-fungsi DPRD tersebut.
“Masukan, kritik, maupun usulan dari masyarakat menjadi bahan bagi DPRD untuk melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, kebijakan yang dibahas bersama pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat sejumlah isu yang dinilai menjadi perhatian masyarakat Kecamatan Brangsong. Di antaranya peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pembangunan sarana dan prasarana publik, dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, hingga upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang dapat mendorong kesejahteraan warga.
Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang dalam forum tersebut, Mahfud menegaskan DPRD akan menjadikan hasil diskusi sebagai bagian dari bahan kajian dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun melalui forum seperti FGD menjadi modal penting untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami membutuhkan masukan dari berbagai elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan, agar program-program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MWC NU Brangsong KH Nur Hamid mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi tersebut. Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam ruang dialog bersama DPRD menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun kesamaan pandangan mengenai arah pembangunan daerah.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga mampu memberikan berbagai masukan berdasarkan kondisi riil yang terjadi di lapangan.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Mahfud Sodiq. Di tengah kesibukan beliau sebagai Ketua DPRD, masih menyempatkan hadir di tengah keluarga besar Nahdliyin Brangsong. Forum ini menjadi kesempatan yang baik untuk berdiskusi mengenai penguatan organisasi, pengembangan ekonomi masyarakat, serta berbagai persoalan pembangunan yang ada di Kecamatan Brangsong maupun Kabupaten Kendal,” ujarnya.






