Lewat Merti Tirta, Iqbal Adila Gaungkan Pelestarian Alam di Festival Pituturan Kendal

- Pewarta

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kendal Iqbal Adila memberikan sambutan pada kegiatan Merti Tirta dalam Festival Pituturan “Banyu Kahuripan” di Plantungan, Kendal. (Istimewa/Wawasannews)

Anggota DPRD Kendal Iqbal Adila memberikan sambutan pada kegiatan Merti Tirta dalam Festival Pituturan “Banyu Kahuripan” di Plantungan, Kendal. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali digaungkan melalui kearifan lokal. Kondisi alam yang kian tertekan akibat aktivitas manusia mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya sumber air sebagai penopang utama kehidupan.

Anggota DPRD Kabupaten Kendal dari Fraksi PDI Perjuangan, Iqbal Adila, bersama Komunitas Pecinta Alam dan Budaya Kendal menggelar Merti Tirta dalam rangkaian Festival Pituturan bertema “Banyu Kahuripan”. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sumber Air Tlogomili, Desa Tlogopayung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal.

Merti Tirta merupakan tradisi budaya yang sarat nilai filosofis, sebagai wujud rasa syukur atas anugerah sumber air sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam. Tradisi ini menjadi media edukasi agar masyarakat kembali menyadari bahwa air bukan sekadar kebutuhan, melainkan sumber kehidupan yang harus dirawat secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penebaran bibit ikan di area sumber air serta penanaman pohon di sekitarnya. Langkah konkret ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus menjadi upaya mitigasi terhadap dampak perubahan iklim dan degradasi alam.

Iqbal Adila menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dengan wacana, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat. “Alam harus dijaga bersama. Ketika kita merawat sumber air, menanam pohon, dan menjaga ekosistem, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan generasi berikutnya,” ujar Iqbal.

Melalui Festival Pituturan “Banyu Kahuripan”, nilai-nilai kearifan lokal kembali dihidupkan sebagai pengingat peran manusia sebagai penjaga alam. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat Kendal untuk terus merawat lingkungan demi keberlanjutan sumber kehidupan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal
Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan
PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal
BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa
Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan
PSIS Resmi Rekrut Deri Corfe, Striker Asal Inggris Jadi Pemain Asing Pertama Musim 2026/2027
Pembonceng Motor Tewas dalam Tabrak Lari di Depan Hotel SAE INN Kendal, Polisi Buru Sopir Truk
Ansor Kendal Prioritaskan Kualitas Kader dalam Diklatsar Banser

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:11

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:14

Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03

PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:46

BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:38

Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan

Berita Terbaru