KENDAL, Wawasannews.com – Kemacetan panjang terjadi di jalur Pantura Kendal arah Jakarta menuju Semarang, Kamis (21/5/2026). Kepadatan kendaraan dipicu sebuah truk gandeng yang mengalami pecah ban di depan Pabrik Gula (PG) Cepiring.
Antrean kendaraan mengular cukup panjang. Ekor kemacetan bahkan dilaporkan mencapai wilayah Desa Tlahab, Kecamatan Gemuh. Kendaraan besar seperti truk kontainer dan bus tampak mendominasi antrean di jalur tersebut.
Kondisi lalu lintas mulai tersendat sejak pagi. Kendaraan dari arah barat menuju Semarang harus berjalan pelan karena sebagian badan jalan terhalang truk yang berhenti akibat pecah ban.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Very Okta Dwi Saputra, membenarkan adanya kepadatan lalu lintas di kawasan Pantura Cepiring tersebut.
Menurutnya, kemacetan semakin parah karena volume kendaraan berat yang melintas pada hari Kamis memang cukup tinggi. Jalur Pantura Kendal sendiri dikenal menjadi salah satu jalur utama kendaraan logistik antarkota.
“Jadi kemacetan itu terjadi karena ada truk gandeng yang pecah ban di depan Pabrik Gula Cepiring,” kata Very.
Petugas Satlantas Polres Kendal langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Polisi juga membuka jalur evakuasi agar kendaraan tetap bisa bergerak meski perlahan.
Namun proses penanganan tidak bisa dilakukan cepat. Truk tersebut masih menunggu ban cadangan yang didatangkan dari Kabupaten Pati.
“Sekarang truk gandeng itu masih menunggu ban cadangan yang dikirim dari Kabupaten Pati. Kami bersama anggota masih melakukan rekayasa lalu lintas di depan PG Cepiring,” ujarnya.
Selama proses penanganan berlangsung, arus kendaraan sempat beberapa kali tersendat. Pengendara roda empat dan kendaraan angkutan barang terlihat harus mengantre cukup lama untuk melewati titik kemacetan.
Beberapa pengendara juga memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari antrean panjang di sekitar Cepiring dan Gemuh. Polisi menyarankan kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang memanfaatkan jalan tol agar perjalanan tidak terlalu terhambat.
Imbauan itu terutama ditujukan bagi kendaraan roda empat maupun truk logistik yang melintas di jalur Pantura Kendal pada jam padat kendaraan.
Kemacetan di kawasan depan PG Cepiring sendiri kerap terjadi ketika ada kendaraan besar mengalami gangguan. Apalagi jalur tersebut merupakan akses utama kendaraan antarkabupaten dan antarprovinsi di wilayah utara Jawa Tengah.
Hingga siang hari, petugas kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mengurai antrean kendaraan yang sempat memanjang hingga Desa Tlahab.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi









