KENDAL, Wawasannews – Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kendal. Tak hanya menjalankan tugas dalam pemenuhan makan bergizi, SPPG Kendal bersama Paguyuban SPPG turut membantu warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum.
Bantuan tersebut disalurkan setelah kebakaran melanda permukiman warga pada Senin (10/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Musibah itu menyebabkan sembilan bangunan rumah terdampak, dengan lima rumah mengalami kerusakan hingga 100 persen. Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) menjadi korban.
Koordinator dan staf SPPG Kabupaten Kendal bersama Paguyuban SPPG Kabupaten Kendal mendatangi posko bantuan yang didirikan Pemerintah Desa Kedungsari. Mereka membawa sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban.
Bantuan yang disalurkan antara lain beras, minyak goreng, mi instan, telur, teh, gula, perlengkapan mandi, serta uang tunai.
Koordinator SPPG Kendal, M Faris Maulana, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami tidak hanya memberikan makan bergizi gratis kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga ada kepedulian kita terhadap sesama yang sedang dilanda musibah,” katanya.
Menurut Faris, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga yang terdampak kebakaran sekaligus membantu meringankan beban mereka setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah.
“Mudah-mudahan dari kami ini bermanfaat dan meringankan beban kepada korban,” ujarnya.
Ketua Paguyuban SPPG Kabupaten Kendal, Sugiyono, mengatakan bantuan tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan kepedulian masyarakat lainnya.
“Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan bisa memicu masyarakat yang lain untuk turut membantu, sehingga bisa meringankan beban para korban,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto, mengatakan pemerintah desa langsung mengambil langkah dengan membentuk posko relawan setelah kebakaran terjadi.
Tim relawan tersebut bertugas menggalang donasi dan menerima bantuan dari masyarakat maupun pihak lain yang ingin membantu para korban.
“Donasi bisa disalurkan secara langsung atau dikirim maupun transfer lewat rekening,” jelas Heru.
Ia memastikan setiap bantuan yang masuk akan dicatat dan diawasi agar penyalurannya dapat dilakukan secara adil kepada warga terdampak.
“Semua bantuan yang masuk kita awasi secara ketat dan akan kita salurkan kepada korban secara adil,” tegasnya.
Heru menambahkan, dari sembilan bangunan rumah yang terdampak kebakaran, lima di antaranya mengalami kerusakan 100 persen. Sementara jumlah warga yang terdampak tercatat sebanyak tujuh KK.
“Kerusakan 100 persen akibat kebakaran ada lima rumah dan korbannya ada tujuh KK. Jumlah total bangunan yang terdampak ada sembilan rumah,” pungkasnya.(red)






