KENDAL, Wawasannews.com – Kabupaten Kendal masuk dalam daftar prioritas pembukaan cabang organisasi lingkungan Sungai Watch setelah dinilai sebagai salah satu daerah dengan kondisi darurat sampah di Indonesia.
Penilaian tersebut disampaikan langsung oleh pendiri Sungai Watch asal Prancis, Gary Bencheghib, saat melakukan aksi bersih sungai dalam program Run for Rivers di Sungai Kendal, Kelurahan Ngilir, Kabupaten Kendal.
Menurut Gary, kondisi Sungai Kendal menjadi salah satu yang paling memprihatinkan selama perjalanan ekspedisi lari dari Bali menuju Jakarta.
“Ada dua daerah yang menurut kami darurat, yaitu Sidoarjo dan Kendal,” ujar Gary.
Dalam kegiatan tersebut, tim Sungai Watch bersama Pemerintah Kabupaten Kendal, relawan, TNI, dan Polri turun langsung membersihkan aliran Sungai Kendal yang dipenuhi timbunan sampah.
Tumpukan sampah terlihat menutup sebagian aliran sungai. Saat musim hujan, sampah memang terbawa arus, namun persoalan dinilai tidak selesai karena limbah akhirnya bermuara ke laut.
“Sungainya penuh sampah. Saat hujan memang terlihat hilang, tapi sebenarnya hanya berpindah ke laut,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Sungai Watch memastikan Kendal menjadi target strategis pengembangan program penanganan sampah di Jawa Tengah.
Sebagai langkah awal, organisasi tersebut berencana membuka cabang di Kendal dan memasang sekitar 20 hingga 25 jaring penahan sampah berbahan PVC di sejumlah titik aliran sungai.
Program itu juga akan diintegrasikan dengan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik berbasis komunitas untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu.
Gary menegaskan sungai memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat, sehingga persoalan pencemaran tidak boleh dianggap sepele.
“Sungai adalah sumber kehidupan. Kalau sungainya kotor, dampaknya akan panjang,” tegasnya.
Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, mengakui persoalan sampah di Kendal telah menjadi problem serius yang membutuhkan penanganan cepat dan kolaboratif.
“Ini problem besar yang harus segera ditangani,” ujar Benny.
Ia menilai akar persoalan tidak hanya terletak pada sistem pengelolaan, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Keteladanan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan siap mendukung penuh pembukaan cabang Sungai Watch sebagai bagian dari upaya penanganan darurat sampah sekaligus edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Gerakan Run for Rivers sendiri merupakan ekspedisi lari sejauh 1.260 kilometer dari Bali menuju Jakarta yang digagas tiga bersaudara pendiri Sungai Watch untuk melawan krisis sampah plastik di sungai-sungai Indonesia.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi









