Sekjen Kemenag Dorong PTKN Alokasikan Beasiswa bagi Mahasiswa Asing

- Pewarta

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan arahan pada kegiatan Koordinasi Program KIP Kuliah yang diikuti pimpinan PTKN se-Indonesia di Jakarta. (Wawasannews)

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan arahan pada kegiatan Koordinasi Program KIP Kuliah yang diikuti pimpinan PTKN se-Indonesia di Jakarta. (Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di seluruh Indonesia untuk mulai mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing. Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya memperkuat daya saing kampus, tetapi juga memperluas peran Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam dunia.

Arahan tersebut disampaikan Kamaruddin Amin saat membuka kegiatan Koordinasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang diikuti Wakil Rektor atau Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama PTKN se-Indonesia, di Jakarta, pada 13–15 Januari 2026. Menurutnya, skema beasiswa terbukti menjadi daya tarik kuat bagi mahasiswa internasional, sebagaimana yang diterapkan Universitas Al Azhar di Mesir.

“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar? Karena di sana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup yang relatif murah,” ujar Kamaruddin.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam global. Sejumlah peneliti internasional menyebutkan tiga universitas yang berpengaruh di dunia Islam, yakni Universitas Al Azhar, Universitas Madinah, dan Universitas Internasional Iran. PTKN di Indonesia, menurutnya, dapat mengambil peran strategis melalui peningkatan kualitas akademik dan kebijakan afirmatif bagi mahasiswa asing.

Selain fokus pada internasionalisasi kampus, Kamaruddin juga menekankan pentingnya kehadiran PTKN di tengah masyarakat sekitar. Civitas akademika diharapkan peka terhadap kondisi sosial di lingkungan kampus, khususnya keluarga kurang mampu. “Perguruan tinggi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui beasiswa bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya di hadapan sekitar 120 peserta Rakor KIP-K Nasional.

Alumnus S3 Universitas Bonn, Jerman, itu juga mendorong pimpinan PTKN untuk lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif di luar APBN. Di antaranya melalui uang kuliah tunggal (UKT), kerja sama riset dengan dunia industri, kontribusi alumni, serta pengembangan dana abadi pendidikan (endowment fund). Ia menilai wakaf memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai endowment fund di perguruan tinggi keagamaan Islam.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa PUSPENMA merupakan unit yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Agama melalui Sekretaris Jenderal, dengan fokus pada pembiayaan pendidikan strategis dan pengembangan sumber daya manusia.

Sejak Oktober 2024, pengelolaan KIP Kuliah, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pendidikan dasar dan menengah keagamaan, hingga seluruh layanan beasiswa di lingkungan Kemenag, termasuk Beasiswa Indonesia Bangkit dan pendanaan riset, berada di bawah kewenangan PUSPENMA.

Pada tahun anggaran 2025, PUSPENMA menyalurkan dana KIP Kuliah sebesar Rp39,67 miliar kepada 6.012 mahasiswa. Sementara Beasiswa Indonesia Bangkit diberikan kepada 1.029 penerima, disertai alokasi anggaran riset mencapai Rp50 miliar.

Ruchman menegaskan, koordinasi KIP-K menjadi krusial untuk memastikan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, mengingat total nilai program ini mencapai Rp1,6 triliun. “Para direktur pendidikan lintas agama bersama pimpinan bidang kemahasiswaan PTKN harus berkolaborasi menjalankan misi mulia membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Kegiatan koordinasi tersebut turut dihadiri Direktur Pendidikan Hindu I Ketut Sudarsana, Direktur Pendidikan Katolik Albertus Triyatmojo, Direktur Pendidikan Kristen Suwarsono, serta jajaran kepala biro kemahasiswaan PTKN. Dari internal PUSPENMA hadir para ketua tim pengelola beasiswa, KIP Kuliah, investasi pendidikan, kerja sama, riset, hingga pemberdayaan alumni. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga
Kebakaran TPA Lama Darupono Berhasil Dikendalikan, TNI Bersama Tim Gabungan Cegah Api Meluas
Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng
SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng
PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun
Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I
Di KEK Kendal Segera Dibangun Kantor Unit Layanan Imigrasi, Investor Asing Kini Makin Dimudahkan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:51

Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:48

Kebakaran TPA Lama Darupono Berhasil Dikendalikan, TNI Bersama Tim Gabungan Cegah Api Meluas

Sabtu, 12 September 2026 - 12:35

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 10:12

SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng

Jumat, 11 September 2026 - 09:15

Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Secret Link