Upacara Kemerdekaan Ala Santri di Ponpes APIK, Peserta dan Petugas Kenakan Sarung

- Pewarta

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan santri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman, Kaliwungu, Kendal, Minggu (17/8/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Ratusan santri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman, Kaliwungu, Kendal, Minggu (17/8/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung dengan nuansa berbeda di Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman, Kaliwungu, Kendal. Para santri mengikuti upacara kemerdekaan dengan mengenakan sarung sebagai pakaian khas santri.

Tidak hanya peserta, sejumlah petugas upacara juga tampil mengenakan sarung. Suasana khidmat tetap terasa ketika para santri mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib di lingkungan pondok pesantren.

Tradisi upacara kemerdekaan dengan mengenakan sarung tersebut bukan kali pertama dilakukan. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin di Ponpes APIK Kauman dan telah dilaksanakan selama sekitar delapan tahun terakhir.

Bagi keluarga besar pesantren, sarung bukan sekadar pakaian sehari-hari santri, tetapi juga menjadi simbol identitas dan tradisi yang tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

Pengasuh Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman Kaliwungu, Gus Aden Sanaya, mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum penting bagi santri untuk memahami bahwa pesantren dan para ulama memiliki bagian dalam perjalanan perjuangan bangsa.

Menurutnya, perjuangan santri pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu kemerdekaan dipertahankan dengan keberanian dan pengorbanan, maka generasi santri saat ini memiliki tugas menjaga kemerdekaan melalui ilmu, akhlak, persatuan, dan pengabdian.

“Kalau dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, maka perjuangan santri hari ini dapat dilakukan dengan mengangkat pena, mengembangkan ilmu, menjaga akhlak, membangun ekonomi, mengabdi kepada masyarakat, serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjadi santri di era sekarang tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual. Ilmu harus berjalan bersama akhlak dan sikap tawadhu’. Santri boleh memiliki kemampuan tinggi, tetapi tidak boleh merendahkan orang lain maupun melupakan guru dan orang tua.

Gus Aden juga mengingatkan santri agar mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri. Media sosial dan kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan, tetapi penggunaannya harus tetap dilandasi etika dan tanggung jawab.

“Santri tidak boleh anti terhadap perubahan, tetapi juga tidak boleh kehilangan arah karena perubahan. Pegangan kita adalah ilmu, adab, tradisi keilmuan pesantren, dan nilai-nilai Islam,” katanya.

Ia mendorong santri agar mampu menjadi generasi yang menguasai kitab kuning sekaligus memahami perkembangan zaman, tekun mengaji sekaligus mampu memanfaatkan teknologi, serta mencintai tradisi dengan tetap memiliki visi masa depan.

Melalui upacara kemerdekaan dengan sarung tersebut, Ponpes APIK Kauman tidak hanya mempertahankan tradisi pesantren, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan kepada para santri.

Kemerdekaan, lanjut Gus Aden, harus diisi dengan membebaskan diri dari kebodohan, kemalasan, kebencian, perpecahan, serta berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan bangsa.

Upacara yang digelar secara rutin selama delapan tahun terakhir itu pun menjadi pengingat bahwa menjadi santri sekaligus bagian dari bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab besar. Dari lingkungan pesantren, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang alim, berakhlak, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Semangat Kemerdekaan di KIK, Pelajar Didorong Siap Masuk Dunia Kerja
Patroli Skala Besar Polres Kendal Sasar Balap Liar, 62 Remaja Diamankan
Jelang Muktamar NU, Sarif Abdillah Terima Pesepeda Banser dari Sumsel
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Aksi Merawat Makam Hizbullah Hidupkan Semangat Kemerdekaan
Jumat Sehat di Dawungsari, Mahasiswa KKN UNDIP Keliling Tiga Dukuh Beri Cek Kesehatan Gratis
HUT Pramuka ke-65, SMA NU 05 Brangsong Padukan Kepramukaan dengan Nilai Religius
Bupati Kendal Sambangi Polres, Bahas Sinergi Jaga Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
TMMD Rampung, Jalan 650 Meter Jadi Akses Baru Warga Wonosari

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:28

Upacara Kemerdekaan Ala Santri di Ponpes APIK, Peserta dan Petugas Kenakan Sarung

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:13

Semangat Kemerdekaan di KIK, Pelajar Didorong Siap Masuk Dunia Kerja

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:45

Patroli Skala Besar Polres Kendal Sasar Balap Liar, 62 Remaja Diamankan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:28

Jelang Muktamar NU, Sarif Abdillah Terima Pesepeda Banser dari Sumsel

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:05

Tak Sekadar Bersih-Bersih, Aksi Merawat Makam Hizbullah Hidupkan Semangat Kemerdekaan

Berita Terbaru

Secret Link