Mahfud Sodiq: IPNU-IPPNU Harus Bertransformasi, Siapkan Kader Profesional, Religius, dan Berdaya Saing

- Pewarta

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Patean masa khidmat 2026–2028 di Aula Kantor Kecamatan Patean, Minggu (2/8/2026). Dok. Pribadi, (Wawasannews)

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Patean masa khidmat 2026–2028 di Aula Kantor Kecamatan Patean, Minggu (2/8/2026). Dok. Pribadi, (Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq menegaskan bahwa Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus terus bertransformasi menjadi organisasi kader yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap kokoh menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi jati diri Nahdlatul Ulama.

Hal tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Patean Masa Khidmat 2026–2028 yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Patean, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengukuhkan kepengurusan baru sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi dalam menjalankan proses kaderisasi di tingkat kecamatan.

Mahfud menilai IPNU-IPPNU merupakan salah satu pintu utama lahirnya kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang kelak akan mengisi berbagai ruang pengabdian, baik di bidang pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun kepemimpinan publik. Karena itu, organisasi pelajar NU tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjadi ruang pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan pola kehidupan masyarakat, hingga derasnya arus informasi digital menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi organisasi kepelajaran saat ini. Di tengah perubahan tersebut, IPNU-IPPNU dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas sebagai organisasi kader Nahdlatul Ulama.

“IPNU harus mampu bertransformasi. Transformasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi organisasi, tetapi bagaimana mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan kader yang memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, menguasai teknologi, sekaligus tetap berpegang teguh pada akhlak dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Mahfud.

Ia mengatakan, organisasi yang mampu bertahan adalah organisasi yang terus melakukan pembaruan. Oleh sebab itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan pelajar, memperkuat literasi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebagai Ketua DPRD Kendal, Mahfud menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ditopang oleh kualitas generasi mudanya. Organisasi seperti IPNU-IPPNU memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berintegritas dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Prosesi pelantikan Pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Patean masa khidmat 2026–2028 berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Patean, Minggu (2/8/2026). Dok. Pribadi, (Wawasannews)

“Kalau hari ini proses kaderisasinya berjalan baik, maka beberapa tahun ke depan kita akan memiliki pemimpin-pemimpin yang lahir dari organisasi, memiliki pengalaman mengelola amanah, mampu berdialog dengan masyarakat, dan terbiasa menyelesaikan persoalan secara musyawarah. Itulah investasi terbesar untuk daerah,” katanya.

Mahfud juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjadikan amanah organisasi sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar jabatan. Menurutnya, kepengurusan adalah kesempatan untuk belajar memimpin, membangun jejaring, serta melatih tanggung jawab sejak usia muda.

“Jangan hanya bangga karena dilantik, tetapi buktikan dengan karya dan pengabdian. Jadikan masa kepengurusan ini sebagai ruang untuk belajar, berinovasi, dan menghadirkan manfaat bagi pelajar maupun masyarakat luas,” pesannya.

Sementara itu, Ketua PAC IPNU Kecamatan Patean, Aji Muhamad Rifki, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi menjadi lebih tertata, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan kader di tingkat kecamatan. Salah satu fokus utama kepengurusan yang baru adalah memperkuat tata kelola organisasi agar seluruh program kerja berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, organisasi yang sehat harus dibangun melalui administrasi yang baik, komunikasi yang terbuka, serta pembagian tugas yang jelas sehingga setiap pengurus dapat bekerja secara maksimal sesuai bidangnya masing-masing.

“Kami ingin meningkatkan tata kelola organisasi agar lebih maksimal. Selain memperkuat konsolidasi internal, kami juga akan membangun kerja sama dengan seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama agar IPNU-IPPNU di Patean semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi dengan Banom NU, lembaga pendidikan, pemerintah, maupun berbagai elemen masyarakat dapat memperluas ruang gerak organisasi sekaligus memperkuat proses kaderisasi di tingkat pelajar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MWC NU Patean, Sodikin, memberikan pembekalan kepada para pengurus baru mengenai tiga karakter utama yang harus dimiliki setiap kader IPNU-IPPNU, yakni profesional, sosial, dan religius.

Menurutnya, karakter profesional harus tercermin dari kesungguhan dalam menjalankan amanah organisasi. Seorang pengurus dituntut mampu menata diri, disiplin, memiliki komitmen, serta bertanggung jawab terhadap setiap program yang telah direncanakan.

“Ketika sudah diberi amanah menjadi pengurus, maka harus mampu menata diri. Jalankan organisasi dengan sungguh-sungguh sehingga masyarakat melihat IPNU-IPPNU sebagai organisasi yang melahirkan kader-kader berkarakter dan profesional,” tuturnya.

Selain profesional, kader juga harus memiliki karakter sosial. Ia menilai keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh soliditas internal, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Hubungan yang baik dengan pemerintah, lembaga pendidikan, badan otonom Nahdlatul Ulama, hingga pimpinan organisasi di semua tingkatan menjadi modal penting agar IPNU-IPPNU mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Kita harus membangun hubungan horizontal maupun vertikal. Jangan berjalan sendiri. Organisasi akan semakin kuat ketika mampu berkolaborasi dengan semua pihak untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Karakter ketiga yang tidak kalah penting adalah religius. Sodikin mengingatkan bahwa IPNU-IPPNU membawa nama besar Nahdlatul Ulama sehingga setiap kader harus menjaga akhlak, etika, dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Religiusitas itu harus lahir dari dalam diri dan tercermin dalam perilaku kita. Jangan sampai kita membawa panji-panji NU, tetapi justru kehilangan akhlak. Jadilah kader yang mampu menjaga martabat organisasi melalui sikap dan keteladanan,” pesannya.

Di akhir sambutannya, ia mendoakan seluruh pengurus yang baru dilantik agar diberikan kekuatan, keikhlasan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah organisasi selama satu periode ke depan.

Pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jadi Sorotan Media Nasional, Pelukis kendal Berkomitmen Angkat Nama Tanah Kelahiran Kendal di Jerman
PSIS Resmi Datangkan Fabiano Beltrame
Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda
PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:14

Mahfud Sodiq: IPNU-IPPNU Harus Bertransformasi, Siapkan Kader Profesional, Religius, dan Berdaya Saing

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:45

Jadi Sorotan Media Nasional, Pelukis kendal Berkomitmen Angkat Nama Tanah Kelahiran Kendal di Jerman

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24

PSIS Resmi Datangkan Fabiano Beltrame

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Berita Terbaru

Fabiano Beltrame mengikuti sesi latihan bersama para pemain PSIS Semarang usai resmi bergabung untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

PSIS Resmi Datangkan Fabiano Beltrame

Senin, 3 Agu 2026 - 08:24